Overlord – Volume 1 – Chapter 1 – Part 2

The end and the beginning ( Akhir dan Permulaan )

Momonga meninggalkan ruangan yang bernama Meja Bundar

Setiap anggota Guild yang memakai cincin guild akan secara otomatis masuk ke ruangan ini kecuali ada keadaan tertentu. Jika ada anggota lain yang kembali, mereka pasti akan muncul disini. Namun, Momonga tahu benar bahwa tak ada anggota lain yang akan kembali kemari. Saat Momen-momen terakhir dari “Great Underground Tomb of Nazarick”, hanya momonga yang tersisa.

Menahan emosinya yang bergejolak, Memonga memasuki lorong besar. Sebuah dunia yang megah dan brilian, mengingatkan akan kastil raksasa yang berbalut marmer.

Tergantung di atap tinggi, lampu hias yang tertata rapi bisa terlihat memancarkan kilauan yang lembut dan hangat. lantai yang halus dari koridor yang luas merefleksikan cahaya dari lampu hias di atas, bersinar bercahaya seperti mozaic dari bintang-bintang yang cerah. Jika pintu di seluruh koridor terbuka, furniture mewah di dalam ruangan akan memancing perhatian banyak mata.

Jika seorang player mendengar nama Nazarick datang kemari, mereka akan takjub dengan kenyataan bahwa pemandangan yang indah itu hadir di tempat yang terkenal akan keburukannya ini.

Lagipula, Great Underground Tomb of Nazarick telah mengalahkan serangan militer yang teratur dari pemain dengan jumlah terbesar di sejarah server Yggdrasil. Aliansi dari 8 Guild, Afiliasi Guild, Pemain bayaran dan NPC bayaran, dengan jumlah total 500 orang, mencoba untuk menyerbu tempat ini dan dapat dihancurkan. Event tersebut membuat tempat ini menjadi sebuah legenda.

Nazarick dulu mempunyai 6 lantai, tapi rekonstruksi besar-besaran dilakukan setelah dikuasai oleh Ainz Ooal Gown. Sekarang sudah melebar hingga 10 lantai, setiap lantainya mempunyai karakteristik tersendiri.

Lantai 1 – 3 —> Bangunan bawah tanah
Lantai 4 —> Danau di bawah tanah
Lantai 5 —> Gletser (sungai es)
Lantai 6 —> Hutan
Lantai 7 —> Gunung api bawah tanah
Lantai 8 —> Hutan belantara
Lantai 9 —> Royal Suite
Lantai 10 –> Ruang Tahta

Dua lantai terakhir adalah markas dari Ainz Ooal Gown, salah satu dari 10 Guild teratas di Yggdrasil.

Jejak kaki Momonga bergaung di lorong Royal Suite, diikuti dengan pijakan tongkatnya. Setelah beberapa kali belokan melewati sudut dari aula yang luas, Momonga melihat seorang wanita di kejauhan yang bergerak mendekatinya.

Dia mempunyai rambut pirang yang Sedap dipandang mata dengan panjang hingga bahu dan tubuh yang indah.

Dia mengenakan pakaian Maid, termasuk celemek besar dan rok yang panjang. Dengan tinggi sekitar 170 cm, dia mempunyai tubuh yang ramping dengan dada menantang hampir muntah dari bajunya. Secara keseluruhan, dia memberikan Kesan elegan dan ramah.

Ketika 2 orang itu bertemu, si maid minggir dan membungkuk kepada Momonga. Dibalas dengan sedikit mengangkat tangannya.

Ekspresi Maid tidak berubah, wajahnya menunjukkan wajah tanpa senyum yang sama dengan sebelumnya. Ekspresi wajah yang tidak berubah di Yggdrasil. Namun, ada perbedaan antara ekspresi yang tidak berubah dari pemain dan maid ini. Maid adalah Non-Player Character (NPC) atau Karakter bukan pemain. Di dalam game, a.i. ini hanya bergerak menurut programnya. Dengan kata lain, mereka sama seperti manequins yang bergerak, dan bahkan membungkuk ke Momonga juga aksi yang terprogram sebelumnya.

Sapaannya tadi bisa dilihat sebagai hal yang buang-buang waktu, tapi Momonga punya alasan mengapa dia tidak memperlakukan mereka dengan tidak sopan.

Seluruh 41 maid NPC yang bekerja di Great Underground Tomb of Nazarick didasarkan atas ilustrasi yang berbeda oleh salah seorang anggota guild, yang terkenal dengan pekerjaan seninya dan sekarang bekerja sebagai manga artis di majalah manga serial bulanan.

Momonga menatap tidak hanya penampilan para maid, tapi juga seragam mereka yang menakjubkan detilnya. Terutama sulaman pada celemek adalah subyek dari pujian.

Karena itu digambar oleh orang yang sesumbar bahwa “Senjata terbaik dari seorang Maid adalah seragamnya”, level detil dari pakaiannya benar-benar diluar batas normal. Momonga akhirnya merasa kangen ketika dia mengingat bagaimana anggota guildnya yang bertanggung jawab untuk tampilan itu akan mulai berteriak pada tugasnya.

Ah.. benar juga. sejak itu dia selalu berbicara seperti “Seragam maid adalah keadilan!”..Ngomong-ngomong pemain utama dari manga yang dia gambar sekarang juga seorang maid. Apakah kamu masih membuat asistenmu menangis dengan perhatian ekstra pada detil, Whitebrim-san?”

Sedangkan untuk program sifatnya, dibuat oleh Meromero-san dan 5 programer lain. Dengan kata lain, maid ini dibuat dengan kerja keras dan usaha bersama dari anggota guild yang dulu, jadi mengacuhkan dia adalah hal yang tidak bisa dilakukan, seperti tongkat dari Ainz Ooal Gown, dia juga bagian dari ingatannya yang berharga.

Sementara Momonga memikirkan hal ini, maid mengangkat kepalanya dan bertanya ada apa. Selama ada orang yang dekat dengannya dalam periode waktu tertentu, maid akan secara otomatis beradaptasi terhadap posisi ini. Kembali mengingatnya, Momonga merasa takjub dengan ketelitian Meromero terhadap perhatiannya pada detil. seharusnya ada beberapa posisi tersembunyi lainnya yang terprogram. Meskipun dia ingin melihat seluruh posturnya, tidak ada banyak waktu lagi.

Mata Momonga menuju pada jam hologram semi bundar yang ada di pergelangan kiri tangannya dan menunjukkan waktu saat ini.

Memang benar, tidak ada waktu lagi untuk bengong.

“Terima kasih atas kerja kerasmu.”

Momonga mengatakan frase perpisahan yang dipenuhi dengan banyak emosi dan berjalan melewati maid tersebut. Tentu saja, di sisi lainnya tidak ada respon. Meskipun demikian, Momonga percaya kalau sebuah perpisahan akan terjadi karena ini adalah hari terakhir.

Dengan meninggalkan si maid, Momonga melanjutkan perjalanannya.

Tidak lama, sebuah tangga raksasa dengan karpet merah yang mewah menutupi tengahnya tampak di depan Momonga. Dia turun dengan pelan dari tangga dan sampai di lantai sepuluh — lantai paling akhir dari Great Underground Tomb of Nazarick.

Tempat dimana dia sampai adalah tempat yang luas, aula terbuka dengan beberapa pelayan yang menunggunya.

Pelayan pertama yang menarik perhatiannya adalah seorang kepala pelayan tua yang gagah dengan seragam tradisionalnya.

Rambutnya putih semua, sama halnya dengan jenggot miliknya. Tapi punggung pak tua tersebut lurus tegak bagai sebuah panah dan kuat seperti pedang baja. Dia mempunyai kerutan wajah yang tampak di wajahnya yang datar, yang membuatnya terlihat gagah dalam penampilan, tapi dengan mata yang tajam seperti elang memandang mangsanya.

Di belakangnya ada 6 maid yang mengikutinya seperti bayangan. Namun, perlengkapan mereka sangat berbeda dengan maid yang tadi.

Tangan dan kaki mereka dilindungi oleh sarung tangan dan dihias dengan emas, perak dan logam hitam. Mengenakan armor dengan motif seragam maid, mereka mengenakan hiasan kepala putih daripada helm. Setiap maid menggenggam tipe senjata yang berbeda. Terlihat seperti maid petarung.

Tatanan rambut mereka juga sangat berbeda dari setiap orang: Sanggul, Kuncir kuda, Rambut lurus, bergelombang, keriting, Simpul Perancis dsb. Tapi sesuatu yang mereka semua punya adalah kecantikan yang sukar dijelaskan. Sebagai tambahan, para maid dibagi dalam beberapa tipe seperti Perayu, Sporty, Tradisional dan personaliti yang lainnya.
Meskipun mereka adalah NPC dan desainer mereka membuatnya semua gembira dan unik, tujuan mereka yang utama adalah untuk melawan mereka yang menyusup.

Di Yggdrasil, guild yang menguasai markas seperti kastil atau yang lebih besar, diberi beberapa keuntungan.

Salah satunya adalah keuntungan NPC yang menjaga markas mereka.

Monster undead yang ada di Nazarick dibagi dalam beberapa kategori. Mereka ini yang disebut ‘Spawn NPC’ (NPC panggilan) mempunyai batas level 30 dan bisa muncul kembali secara otomatis dengan biaya yang tetap setelah beberapa waktunya, tapi karena merubah penampilan dan program mereka sudah tidak bisa dilakukan lagi. Player penyusup tidak menganggap mereka sebuah ancaman.

Di sisi lain, keuntungan spesial lainnya adalah kemampuan untuk membuat NPC asli. Ketika guild mengambil alih sebuah markas dengan peringkat level kastil, mereka bisa membuat NPC dengan keseluruhan jumlah level maksimal 700. karena level tertinggi adalah 100, kamu bisa membuat 5 maximal level 100 dan 4 level 50 NPC sebagai contoh.

Ketika membuat NPC asli, sebagai tambahan tampilan dan AI mereka, sangat mungkin untuk merubah armor dan senjata mereka. Ini diperbolehkan oleh guild untuk membuat NPC yang jauh lebih kuat dan memberi perintah pada mereka untuk melindungi lokasi kunci.

Sebenarnya, membuat NPC – NPC yang berlandaskan petarung tidak diharuskan. Guild lain yang menguasai markas dengan level kastil, Great Cat Kingdom, merubah seluruh NPC mereka menjadi kucing atau makhluk berbulu lainnya. Bisa dikatakan sebuah guild diberikan hak eksklusif untuk membuat imej dan atmosfer dari kastil mereka.

“Hmm.”

Melihat kepala pelayan dan para maid yang membungkuk didepannya. dia berpikir sejenak. Karena dia selalu menggunakan teleport untuk berpindah dari satu ruang ke ruang lain, Momonga jarang kemari, yang mana dengan melihat mereka membuatnya merasa nostalgia.

Tangan Momonga mengoperasikan console, membuka halaman yang hanya bisa diakses oleh anggota guild dan mengaktifkan salah satu pilihannya. Saat dia melakukannya, Nama-nama dari para pelayan muncul di atas kepalanya.

“Ah. jadi itu namanya.”

Momonga sudah lupa nama ini. Dia tersenyum pahit ketika mengingat perselisihan dirinya dengan teman-temannya ketika memutuskan nama dari NPC ini.

Sebastian, kepala pelayan, juga sebagai pelayan penghuni rumah.

Enam Maid disamping Sebastian berada di bawah perintahnya. Unit Maid petarung disebut juga dengan ‘Pleiades’. Sebagai tambahan, Sebastian juga punya pelayan-pelayan pria dan asisten kepala pelayan dibawah pengawasannya.

Tulisan di console memiliki pengaturan yang detil, tapi Momonga sedang tidak ingin memperhatikannya dengan teliti. Ada sedikit waktu yang tersisa sebelum server dimatikan, dan dia ingin duduk di tempat lain.

Seluruh NPC (termasuk para maid) mengandung detil yang rumit karena banyak anggota guild yang senang memperluas pengaturannya. Berkat banyaknya ilustrator, desainer grafis dan programer di Ainz Ooal Gown, mereka mampu menjelajahi seluruh tampilan dan habis-habisan.

Pada dasarnya, Sebastian dan para maid adalah garis terakhir dari pertahanan melawan penyusup. Namun, karena mereka tidak terlihat mampu menghadapi player musuh yang mampu hingga sejauh ini, tujuan mereka hanyalah untuk memperpanjang waktu. Karena tidak ada player yang mampu sampai di titik ini, mereka tak pernah menerima perintah dan hanya menunggu tanpa akhir di tempat ini.

Dengan menggenggam tongkatnya, Momonga merasa kasihan terhadap para NPC ini, meskipun pikiran semacam itu adalah pikiran yang bodoh. Para NPC hanyalah data dan satu-satunya alasan untuk percaya bahwa mereka mempunyai emosi adalah karena mereka adalah AI yang didesain dengan sangat bagus.

Namun–

“Sebagai guild master, sudah saatnya aku mulai memerintah para NPC.”
Sambil mengejek diri sendiri atas komentarnya yang arogan, Momonga membuat sebuah perintah :

“Ikuti aku.”

Sebastian dan para maid menunduk dengan hormat, menunjukkan bahwa mereka menerima perintah.

Perintah untuk bergerak dari lokasi ini berarti melepaskan apa yang dipikirkan anggota guild ini sejak awal. Ainz Ooal Gown adalah guild yang bergerak berdasarkan suara terbanyak. Sangat terlarang bagi satu orang untuk mengacaukan apa yang sudah diciptakan oleh yang lainnya secara bersama hanya karena keinginan sendiri.

Tapi hari ini adalah hari semuanya akan berakhir. Momonga percaya bahwa semuanya akan memaafkannya karena hari ini.

Sambil memikirkan hal ini, Momonga membuat suara beberapa langkah kaki mengikutinya.

Akhirnya mereka tiba di aula yang berbentuk kubah yang besar. Sebuah kristal 4 warna tertempel di atap dan membiaskan cahaya putih. Ada 72 ceruk di dinding, kebanyak dari mereka terisi oleh patung-patung.

Setiap patung meniru penampakan iblis, dan ada 67 buah.

Ruangan ini disebut sebagai ‘Lesser Key of Solomon’ disebut juga dengan Lemegeton. Diambil dari judul grimoire yang terkenal.

Patung-patung tersebut, berbentuk 72 setan Solomon, sebenarnya adalah golem yang terbuat dari logam ajaib yang langka. Alasan mengapa mereka hanya 67 golem tidak asalnya 72 adalah karena si pembuat mengalami kebosanan dan tidak mau menyelesaikan project ini di tengah jalan.

Kristal 4 warna dipasang di atap adalah sebuah monster. Jika ada musuh yang menyerang tempat ini, benda tersebut akan memanggil element kelas tinggi dari tanah, air, api dan angin, lalu meluncurkan serangan magic area luas bertubi-tubi.

Digabung semuanya, bisa menghancurkan dua kelompok penuh player yang terdiri dari 12 orang dengan level 100.

Memang benar, ruangan ini adalah garis pertahanan terakhir yang melindungi jantung Nazarick.

Momonga berjalan menyeberangi Lemegeton dengan para pelayan dan tiba di depan gerbang besar di sisi lain.

Berdiri lebih dari 5 meter, Pintu ganda yang besar ini terdapat ukiran dewi di panel kiri dan iblis di panel kanan. Ukiran itu terlihat jelas dan serasa keluar dari pintu dan mulai menyerang.

Meksipun mereka terlihat bisa bergerak, Momonga tahu mereka tidak bisa melakukannya.

—Jika mereka sampai pada titik ini, mari kita berikan sambutan pada para pahlawan. Ada banyak player yang mengatakan kita adalah setan dan sejenisnya, jadi kenapa tidak menunggu mereka dengan gagak di dalam seperti bos akhir?

Karena propsal ini sudah disetujui oleh suara terbanyak. Dan yang mengusulkannya adalah…

“Urbet-san…”

Diantara semua anggota guild, Urbet Alain Odle adalah orang yang sangat tepat dikatakan sebagai “paling jahat”.

“Yah, lagipula dia menderita akibat Chuunibiyou…”

Melihat sekeliling aula, itu adalah bukti bagi Momonga.

“…Patung-patung ini tidak akan menyerangku, khan?”

Perkataannya penuh rasa was-was dan dia memang benar seperti itu.

Bahkan Momonga tidak sepenuhnya paham dari labirin ini. Tidak heran jika beberapa anggota meninggalkan sesuatu yang aneh sebagai hadiah perpisahan. Orang yang merancang pintu ini adalah orang semacam itu.

Ada suatu kala dimana mereka mengaktifkan sebuah golem yang kuat yang dibuat oleh orang itu. Namun, Momonga tetap skeptis dan percaya “error” itu memang sengaja.

“Lucifer-san, jika hal seperti dahulu terjadi hari ini, aku benar-benar marah…”

Momonga dengan hati-hati menyentuh pintu dan rasa kuatirnya memang tidak beralasan. Layak akan kemegahannya, pintu tersebut terbuka dengan pelan seperti otomatis.

Atmosfir tiba-tiba berubah.

Suasana sampai saat ini mirip dengan kuil yang sepi dan tenang, tapi pemandangan di depannya melebihi hal itu. Rasanya seperti suasana yang berubah dan menguasai dirinya.

Interiornya sangat besar, sebuah ruangan yang cukup luas untuk menampung 100 orang dan masih tersisa, atap yang sangat tinggi setinggi kamu memandang. Dinding yang putih, dihiasi dengan hiasan-hiasan emas yang bermacam-macam. Menggantung dari atap, Barisan tempat lilin yang mewah yang terbuat dari perhiasan warna-warni yang memberikan kecemerlangan yang fantastis. Dari atap hingga lantai, total 41 banner raksasa dengan motif berbeda menghiasi dinding.

Ada tangga sekitar 10 langkah di area yang paling dalam, dihiasi emas dan perak, dan diatasnya ada kursi tahta yang megah seperti dipotong dari kristal raksasa. Di dinding dibelakangnya ada banner merak gelap yang besar bersulam dengan Jubah perang guild.

Ini adalah tempat terdalam dan terpenting dari Great Underground Tomb of Nazarick… Ruang takhta.

“Ooh…”

Bahkan Momonga merasa takjub dengan ruangan ini. Dia yakin bahwa skala kemegahannya adalah nomer satu di seluruh Yggdrasil.

Ruangan ini sangat sempurna hingga akhir.

Momonga melangkah ke dalam aula, ruangan itu sangat luas sampai bisa menelan setiap suara langkah kakinya, lalu dia berputar dan memandang NPC wanita yang berdiri di samping takhta.

Dibungkus pakaian berwarna putih murni, dia adalah wanita cantik dengan wajah dewi. Sangat berlawanan dengan pakaiannya, dia mempunyai rambut hitam kelam yang menggoda mengalir ke bawah hingga pinggangnya.

Meskipun matanya yang berwarna keemasan terlihat aneh, dia tidak terbantahkan cantik, tangannya yang ramping sedang memegang benda yang terlihat seperti tongkat. Dengan panjang 45cm dan di pucuknya ada bola hitam yang melayang di udara.

Momonga tidak lupa namanya.

Namanya adalah Albedo, Pengawas dari seluruh Guardian Lantai dari Great Underground Tomb of Nazarick. Dia adalah NPC yang mengepalai 7 lantai Guardian, dan itu artinya dia berada di tingkat teratas dari seluruh NPC di sini. Karena alasan itu dia diperbolehkan tetap berada di rang takhta.

Momonga melihat Albedo dengan mata tajam dan bertanya-tanya:

“Aku tahu dia punya item kelas Dunia, tapi bagaimana dia bisa punya dua sekarang?”

Di seluruh Yggdrasil, hanya ada 200 item kelas Dunia.

masing-masing mempunyai kemampuan yang unik, dan beberapa diantaranya mampu menghancurkan keseimbangan game. Tentu saja, tidak semua item kelas Dunia punya kemampuan yang merusak game.

Namun, jika seorang player berhasil mendapatkan item kelas Dunia, reputasi player tersebut akan naik hingga level tertinggi.

Ainz Ooal Gown punya 11 item ini, dan itu juga termasuk guild dengan item paling legendaris yang mereka miliki. Dibanding guild lainnya ada gap yang mencolok, karena guild yang mengincarnya hanya ada 3.

Dengan persetujuan dari anggota guildnya, Momonga memilik salah satu dari item terkuat ini. Yang lainnya tersebar di dalam Nazarick, kebanyakan dari mereka tersimpan di dalam ruangan harga dibawah pengawasan para avatar.

Hanya ada satu penjelasan bagaimana Albedo bisa memiliki harta yang rahasia tersebut tanpa diketahui Momonga. Itu pasti diberikan oleh anggota guild yang menciptakan dia.

Ainz Ooal Gown adalah guild yang mengambil suara terbanyak. Sangat terlarang bagi satu orang saja untuk memindahkan harta-harta yang dikumpulkan oleh setiap anggota seenak sendiri.

Dengan muka sedikit tidak enak, Momonga berpikir untuk mengembalikannya.
Tapi hari ini adalah hari terakhir, dan setelah berpikir panjang bagaimana Albedo sangat disayangi oleh temannya, dia memutuskan untuk membiarkannya saja.

“Berhenti disana.”

Setelah sampai di tangga beberapa langkah, dia meyadari langkah-langkah kaki yang mengikutinya. Momonga tersenyum pahit tentu saja, ekspresi di tengkoraknya tidak berubah sama sekali.

NPC tidak mengerti perintah apapun diluar dari yang diprogramkan sebelumnya. Kamu harus memberikan kalimat yang spesifik untuk memerintahkan mereka agar menerima perintah. Karena lupa, Momonga sadar bahwa sudah lama dia tidak memberikan perintah pada NPC disini.

“—— Standby.”

Langkah kakipun berhenti.

Setelah Momonga memberikan perintah langsung, dia naik hingga di depan kursi takhta.

Momonga menatap terang-terangan pada Albedo yang berdiri di sampingnya. Dia jarang berkunjung ke ruangan ini di masa lalu, jadi dia tidak pernah memperhatikan padanya sebelum ini.

“Aku penasaran apa pengaturannya”

Yang hanya diingat oleh Momonga adalah peran Albedo adalah Pengawas seluruh Guardian Floor dan dia adalah NPC dengan peringkat tertinggi di Great Underground Tomb of Nazarick.

Karena penasaran, Momonga mengoperasikan console dan menggunakan pengaturan detil dari Albedo.

Sebuah teks yang banyak dan rapat membanjiri penglihatannya. Panjangnya tidak sama dengan puisi epik. Kelihatannya dengan membaca semuanya saja bisa membuatnya terlewat dari waktu server dimatikan.

Dengan perasaan seperti menginjak jebakan, Wajah Momonga yang tidak bergerak mulai bergetar.

Jauh di dalam hatinya dia ingin memarahi dirinya sendiri karena lupa kalau anggota yang merancang Albedo adalah orang yang sangat teliti.

Karena dia sudah mulai membaca, dia memutuskan untuk melihatnya hingga akhir. Tanpa memperdulikan isi yang sebenarnya, dia melewati dinding teks dengan cepat.

Setelah melewati semua teks yang panjang, Momonga akhirnya mencapai bagian akhir dari pengaturannya. Tapi setelah membaca apa yang tertulis disitu, pikirannya langsung berhenti.

[Dia juga seorang nympho.]
Dia kehabisan kata-kata.

“..Huh? Apa-apaan ini?”

Momonga tidak bisa menahan kekagetannya. Karena ragu, dia membacanya berulang kali tapi tetap sama. Bahkan setelah beberapa saat memikirkannya, dia tidak bisa mendapatkan jawaban lain.

“Seorang nympho.. artinya hasrat seksualnya sangat besar?”

Setiap 41 anggota yang bertugas untuk pengaturan setidaknya satu NPC. Apa mungkin salah satu dari mereka memutuskan pengaturan seperti ini pada karakter mereka sendiri? Momonga bertanya-tanya. Mungkin dia bisa mendapatkan artin lain dibalik itu setelah membaca seluruh teks.

Tapi diantara anggota guild, memang ada orang yang akan muncul dengan pengaturan yang berbeda dan aneh itu. Salah satu dari orang itu adalah ‘Tabula Smaragdina’, yang menciptakan Albedo.

“Ah, dia memang gila dengan kejanggalan dari sebuah karakter, ya khan? Meskipun begitu…”

Bukankah itu sudah agak keterlaluan?

Setiap NPC yang dibuat oleh anggota adalah salah satu dari warisan guild. Momonga merasa tidak enak dengan Albedo, yang termasuk peringkat kesatu diantara NPC, dengan pengaturan seperti itu.

“Hmm..”

Apa boleh dirinya merubah NPC yang dibuat oleh anggota guild? Setelah memikirkan sejenah, Momonga akhirnya memutuskan.

“Ayo kita rubah.”

Sekarang, senjata guild berada dalam genggamannya, dia benar-benar seperti seorang guild master. Seharusnya tidak apa jika dia ingin menggunakan hak prerogratifnya. Keraguan Momonga hilang dengan alasan logis bahwa dia seharusnya memperbaiki kerusakan dari anggota guildnya.

Momonga menggerakkan tangan yang memegang tongkat. Biasanya dia butuh tool editing untuk merubah pengaturan, tapi karena saat ini dia sedang menggunakan hak istimewa sebagai guild master, dia bisa mengaksesnya langsung. Mengoperasikan konsolnya, dia langsung menghapus sebuah kalimat.

“Ini jadi lebih bagus sekarang”

Ketika melihat ruang kosong di pengaturan Albedo, Momonga berpikir sejenak.

-Mungkin seharusnya aku meletakkan sesuatu di dalamnya.

“Tidak, itu adalah hal yang bodoh.”

Menertawakan rencana yang terbesit di otaknya, dia mengetikkan sesuatu pada keypad konsol. Sebuah kalimat tunggal:

[Dia juga jatuh cinta pada Momonga]

“Wow, ini benar-benar memalukan.”

Dengan menutup tangan pada wajahnya, Momonga merasa sangat malu terhadap tingkahnya. Itu seperti memprogram kekasih ideal impiannya dengan plot cinta. Meskipun dia ingin menulis ulang lagi. Dia memutuskan membiarkannya saja. Hari ini Game ini akan berakhir dan perasaan malu ini akan segera hilang. Pada akhirnya, bagian yang dia hapus dan ditambahkan panjangnya sama. Jika ada bagian ruang kosong yang tersisa, Momonga akan merasa tidak enak dengan hal itu.

Duduk di singgasana, merasa malu namun lega, Momonga melihat sekeliling ruangan dan melihat Sebastian dan para maid berdiri tanpa bergerak sama sekali. Meskipun mereka berkumpul di tempat yang sama, rasanya seperti terisolasi.

-Kurasa ada perintah seperti ini.

Momonga teringat sebuah perintah yang tidak pernah dia gunakan di masa lalu. Dia menggenggam tangannya dan menarik kebawah.

“Berlutut.”

Albedo, Sebastian dan Pleiades berlutut berturut-turut.

Semuanya sudah siap.

Momonga mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam hologramnya.

23:55:48

Tepat di saat terakhir.

Mungkin GM sudah mulai menyebarkan berita dan menyalakan kembang api di luar. Tapi berdiri di dalam sini merenung, benar-benar terisolasi dari dunia luar, Momonga tidak tahu.

Momonga menyandarkan punggungnya ke singgasana dan melihat ke atap dengan pelan.

Dengan pertimbangan bahwa ini adalah markas legendaris yang menghancurkan pasukan ekspedisi besar di masa lalu, Momonga mengira bahwa mungkin saja ada beberapa pemain yang mungkin mencoba untuk menginvasi Nazarick di hari akhir.

Dia sedang menunggu. Menerima tantangan terakhir sebaga seorang guild master.

Meskipun dia mengirimkan email kepada teman-teman lamanya, hampir tak ada satupun yang muncul.

Dia menunggu. Untuk menyambut teman-teman lamanya sekali lagi sebagai seorang guild master.

Sekarang kita adalah sisa-sisa dari masa lalu…

Momonga memikirkannya dalam hati.

Guild sekarang seperti kerang yang kosong, namun dia masih gembira selama ini.

Matanya melihat bendera besar yang menggantung di atap. Jumlahnya adalah 41. Satu bendera setiap anggota guild, masing-masing memiliki desain sendiri. Momonga mengangkat jarinya yang kurus dan mengarah pada salah satu bendera.

“Aku.”

Lalu dia menggerakkan jarinya ke bendera selanjutnya. Yang itu adalah milik salah satu dari Ainz Ooal Gown’s.. bukan, salah satu dari pemain terkuat Yggdrasil. Pendiri guild yang dulu mengumpulkan “Sembilan orang pertama”.

“Touch Me.”

Selanjutnya dia menunjuk bendera dari orang yang bekerja sebagai profesor dari universitas di dunia nyata, dan juga orang tertua di Ainz Ooal Gown.

“Shi-juuten Suzaku.”

Jarinya bergerak lebih cepat dan semakin cepat, menunjuk bendera milik salah satu dari 3 orang anggota cewek Ainz Ooal Gown.

“Azuki Mochi.”

Momonga mengucapkan nama pemilik bendera dengan lembut.

“Meromero, Peroroncino, Simmering Teapot, Tabula Smaragdina, Takemikazuchi, Variable Talisman.”

Mengingat nama-nama dari 40 temannya bukanlah perkara yang sulit bagi Momonga.

Nama-nama temannya sangat lekat di otaknya.

Momonga bersandar lagi.

“Yeah, memang menyenangkan…”

Disamping biaya bulanan, Momonga menghabiskan hampir seperti gaji bulanannya untuk pembelian tunai. Memang pendapatannya tidak tinggi, hanya saja dia tidak punya hobi lain, jadi dia menghabiskan sebagian besar uangnya untuk Yggdrasil.

Game ini memiliki sistem dimana pemain bisa membayar sebuah biaya untuk berpartisipasi pada sebuah lotre untuk memenangkan item langka, dan Momonga menghabiskan sebagian besar uangnya untuk ini. Setelah beberapa kali pengeluaran, dia berhasil mendapatkan banyak item langka. Tapi setelah mendengar salah satu anggota guildnya berhasil memenangkan lotre hanya dengan uang makan siangnya, Momonga merasa iri.

Karena setiap anggota Ainz Ooal Gown adalah anggota aktif dari sebuah organisasi, setiap orangnya menghabiskan uang untuk membelinya, tapi Momonga berbeda jauh dengan yang lainnya.

Dia sangat kecanduan. Pergi berkelana memang menarik, tapi berkelana bebas dengan teman-temannya adalah hal yang paling menyenangkan.

Bagi Momonga yang tak punya teman atau anggota keluarga lagi di dunia nyata, ingatannya ketika dia menghabiskan waktu dengan temannya di Ainz Ooal Gown adalah yang hanya dia miliki.

Hari ini, guild tersebut akan hilang.

Dengan hati penuh penyesalan dan kacau, dia memegang tongkat dengan erat. Momonga hanyalah orang biasa, dia tidak punya kekuatan finansial atau koneksi yang bisa merubah kenyataan ini. Dia hanya bisa menunggu waktu yang semakin habis bagi semua pemain di server.

Jam Hologram menunjukkan waktu 23:57. Server akan berakhir pada 00:00.

Waktu semakin habis. Dunia virtual ini akan kembali ke dunia sehari-hari.

Ini memang jelas. Manusia tidak bisa hidup di dunia virtual, jadi semuanya akan pergi suatu saat cepat atau lambat.

Besok aku akan bangun jam 4 pagi. Aku harus segera tidur setelah server dimatikan, jadi pekerjaanku tidak terganggu besok.

23:59:35.
36,
37….

Momonga menghitung detik dengan pelan.

23:59:48,
49,
50…

Momonga memejamkan matanya.

23:59:58,
59—

Dengan jam yang menunjukkan detik-detik akhir, dia menunggu akhir dari dunia fantasi ini..
Lalu akan dipaksa keluar..

0:00:00..
1,
2,
3…

“…Huh?”

Momonga membuka mata.

Dia tidak kembali ke kamarnya. Dia masih duduk di ruang singgasana di dalam Yggdrasil.

“Apa yang terjadi?”

Waktunya benar. Saat ini dia seharusnya sudah dipaksa keluar dari server yang mati.

0:00:38

Waktu sudah lewat dari yang ditetapkan dan kelihatannya ada jika sistem tidak error, tidak mungkin ini salah.

Momonga melihat sekeliling dengan bingung, mencari sebuah penjelasan.

“Apa mereka menunda penghentiannya? Atau mereka memutuskan untuk tidak jadi mematikannya sekarang?”

Banyak penjelasan yang datang ke otaknya, tapi tak ada satupun yang kelihatannya benar. Penjelasan yang mungkin adalah adanya penundaan penghentian server karena ada error pada sistem.

Jika itu masalahnya, GM seharusnya membuat statemen tersebut saat ini. Momonga segera mencoba menemukan berita apapun tentang shutdown dari channel chat.. tapi tiba-tiba berhenti.

Tak ada tampilan kontrol.

“Apa..?”

Meskipun Momonga merasa tidak tenang dan bingung, dia juga sedikit kaget dengan ketenangannya. Dia mencoba semua fungsi yang digunakan di Game: Forced System Access, Chat, Call GM, Log Out dan lain-lain..

Tak ada yang berhasil. kelihatannya seperti dihapuskan dari sistem.

“Apa yang terjadi disini..?”

Kemarahannya keluar dan menggema dia ruangan Tahta lalu hilang.

Kejadian seperti ini terjadi di hari terakhir, dimana semuanya seharusnya sudah berakhir… Apakah para pengembang sebenarnya menipu semua orang?

Suara Momonga terdengar marah dan dia merasa frustasi karena tidak menerima akhir yang hebat.
Biasanya, tak ada respon dari kemarahannya itu.

Namun..

“Apakah semuanya baik-baik saja, Tn. Momonga?”

Pertama kalinya Momonga mendengar suara wanita yang manis seperti itu.

Meskipun dia kaget, Momonga mulai mencari sumber suara. Ketika dia menemukan siapa itu, dia pun terdiam tak bisa berkata apapun.

Suara itu berasal dari seorang NPC – Dia adalah Albedo.

[table style=”table-bordered”]

Sebelumnya Daftar ISI Selanjutnya

[/table]