Overlord – Volume 1 – Chapter 2 – Part 3

[Overlord v01] Chapter 2 Para Penjaga Lantai

Di dalam arena, Momonga mempersiapkan jarinya untuk melepaskan sihir ke arah boneka jerami di sudut bangunan. Terlepas dari‘damage’ yang diakibatkan oleh sihir biasa, spesialisasi sihir yang Momonga pelajari lebih berdampak pada kematian instant dan di samping itu sihirnya bisa ‘memberikan efek ‘damage’ yang besar.’ Dia hanya memiliki sedikit sihir yang tidak mematikan.

Bahkan, setiap kali ia memilih untuk melepaskan jenis sihir dengan damage kecil, karena pilihan kelas Momonga adalah Necromancer, secara otomatis akan meningkatkan efek damage yang dihasilkan oleh sihirnya. Akibatnya, damage yang dihasilkan memberikan dampak kerusakan yang lebih besar dari beberapa sihir kelas tempur.

Momonga melihat ke samping dan merasa penasaran dengan kedua anak itu. Dalam hatinya, dia merasakan tekanan, karena ketidakpastian apakah ia telah memenuhi harapan mereka atau belum.

Momonga diam-diam melihat ke arah dua ekor monster. Ukuran mereka besar dan tingginya mencapai tiga meter. Mereka terlihat seperti gabungan antara manusia dan naga, terlihat kuat, mempunyai otot yang sangat terlatih dan memiliki sisik yang lebih keras dari baja dan menutupi otot-otot tersebut.

Berwajah seperti naga, berekor tebal seperti pohon besar tapi tidak memiliki sayap. Mereka tampak seperti naga berkaki dua. Lengan atas mereka lebih tebal daripada lengan manusia manapun dan memegang pedang besar menyerupai perisai yang tingginya setengah dari tubuh mereka.

Kedua monster itu berasal dari ras Naga dan disummon (dipanggil) oleh Aura. Sebagai penjinak binatang, ia mempunyai kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan mereka untuk mengatur arena permainan.

Meskipun levelnya hanya 55 dan hampir tidak mempunyai kemampuan khusus, mereka bisa menyerang dengan stamina yang tak ada habisnya dan menggunakan lengannya yang kuat. Itu cukup untuk menyaingi monster yang levelnya lebih tinggi dari mereka.

Momonga menghela napas dan kembali memindahkan pandangannya ke boneka jerami tadi.

Matanya memandang ke arah boneka jerami dan jika kita melihatnya lebih dekat, kita bisa mengetahui jika dia merasa gugup. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi apakah ia masih bisa menggunakan sihirnya. Dengan membiarkan Aura dan Mare melihat ‘percobaan sihir’ ini, tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan kekuatan dan membiarkan mereka tahu bahwa menjadikannya musuh merupakan sesuatu yang bodoh untuk dilakukan. Dia harus melakukannya segera sebelum penjaga lantai lainnya tiba.

Kedua anak itu tampaknya tidak memiliki tanda-tanda akan melakukan pengkhianatan dan ia pun tidak berpikir mereka akan mengkhianatinya. Namun, jika ia kehilangan kemampuannya dalam menggunakan sihir, Momonga tidak yakin jika mereka akan tetap setia padanya.

Sikap Aura pada Momonga terasa seolah- olah dia telah mengenalnya sejak lama.Tapi bagi Momonga, itu terasa seperti pertemuan mereka yang pertama.

Bisa dilihat bahwa pengaturan peran kedua anak itu, semuanya dilakukan dengan hati- hati. Mereka berdua adalah ‘brain children’dari guild. Namun, reaksi emosional dan pola perilaku dalam berbagai kondisi tidaklah sempurna dan memiliki beberapa kelemahan. Tapi saat ini, mereka menjadi makhluk cerdas yang memiliki pemikiran sendiri, kekurangan ini kemungkinan akan mempengaruhi perilaku mereka nantinya.

Jika itu tidak membuat kesetiaan mereka berkurang, jadi apa yang mungkin akan berubah? Dalam catatan lain, kekuatan kesetiaan tidak pernah secara jelas tertulis di dalam program mereka. Jadi, tanggapan mereka untuk mematuhi perintah bisa bervariasi.

Jika hanya tidak mematuhi perintah saja, hal itu masih bisa ditangani. Namun, bagaimana jika mereka mengkhianatinya segera setelah mereka menyadari bahwa ia tidak memiliki kekuatan yang cukup ……?

Meskipun begitu, terlalu paranoid juga merupakan sesuatu yang buruk, namun bukanlah hal yang bijaksana untuk sepenuhnya percaya pada mereka.

Singkatnya, pada saat ini hal terbaik yang bisa Momonga lakukan adalah berhati-hati.

Alasan lain dari percobaan ini adalah, jika dia tidak bisa menggunakan sihir, dia bisa membicarakan hal ini dengan Aura dan Mare. Kedua anak itu percaya bahwa percobaan ini adalah untuk mengkonfirmasi kekuatan dari staf, sehingga kekuatan sihir akan tergantung pada item itu sendiri. Jika ada masalah dengan sihirnya dia bisa menggunakan staf sebagai alasan.

Rencananya sudah sempurna. Momonga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memuji dirinya sendiri. Di masa lalu, pernahkah pikirannya selalu begitu tenang dan fleksibel seperti sekarang ini? Tidak ada seorangpun yang bisa menjawab pertanyaan Momonga.

Keraguan dalam hatinya telah terlempar jauh dan ia mulai berpikir tentang penggunaan sihir di YGGDRASIL. Di dalam permainan, kekuatan sihir dinilai dari Ⅰ ke Ⅹ dan totalnya ada lebih dari 6.000 sihir.

Sihir dipisahkan berdasarkan jenis sistemnya. Ada 700 sihir dari 18 sistem yang berbeda yang dapat digunakan oleh Momonga. Secara umum, pemain dengan Lv. 100 biasanya hanya mampu menggunakan 300 jenis sihir, sehingga jumlah sihir yang bisa Momonga gunakan cukup luar biasa.

Hampir semua sihir tersebut tersimpan di dalam otak Momonga dan dia mencari jenis sihir yang paling tepat untuk dia gunakan saat ini.

Karena adanya larangan untuk menyerang teman, dia harus mengetahui jarak yang tepat dari efektifitas sihirnya. Karena itu penting bagi sihir tipe serang yang tidak memilih jumlah target, dan hanya jarak efektif dari serangan.

Tujuan selanjutnya adalah untuk memperhitungkan boneka jerami, — Dalam Yggdrasil, hanya dengan menekan ikon saja akan langsung mengaktifkan sihir.

Namun, dengan tidak adanya tampilan icon, kita harus menggunakan metode lain. Meskipun sedikit tidak pasti, ia memiliki sedikit pemahaman tentang bagaimana cara memulainya.

Dia bisa merasakan kekuatan tersembunyi yang terhubung dalam tubuhnya. Sepertinya, hubungannya sedikit tidak stabil. Momonga berkonsentrasi.

Dia membayangkan mengambang di udara — Momonga tersenyum cukup bahagia. Dia sudah tahu perkiraan jarak dari efek sihirnya dan berapa lama dampaknya akan hilang agar bisa melepaskan sihir berikutnya. Semuanya telah dia kuasai di masa lalu.

Setelah mengkonfirmasi kemampuannya, rasa gembira menyelimutinya. Dia merasa puas karena ia tahu bahwa sihir itu sekarang telah menjadi bagian dari kekuatannya, sesuatu yang tidak pernah ia alami dalam YGGDRASIL.

Perasaan senang muncul dalam benaknya tapi hal itu langsung ia hilangkan, meski masih bisa merasakan sedikit kegembiraan di ujung jarinya, dia mengumpulkan kekuatannya lalu kemudian berkata:

“「 Fireball 」.”

Momonga menunjuk jarinya ke arah boneka jerami dan bola api muncul lalu terbang ke arah tersebut. Seperti yang diharapkan, sihir itu langsung menghantam boneka jerami.

Sebuah bola api membentuk api panas lalu terbang dan langsung menerjang boneka jerami tersebut. Setelah serangan itu, sebuah ledakan api terjadi dan menyebabkan tanah di sekitar boneka jerami menjadi lautan api. Itu semua terjadi seketika. Selain boneka jerami yang terbakar, tidak ada apapun yang tersisa.

“Ohhhh ……”

Aura dan Mare melihat dengan mata kebingungan dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tertawa canggung pada Momonga.

“-Aura, siapkan boneka jerami baru.”

“Ah, ya, itu akan segera selesai! Cepat lakukan persiapan! ”

Seekor naga memegang boneka jerami lain, lalu meletakannya di samping boneka jerami yang hangus tadi. Momonga berjalan di samping boneka jerami, dan melepaskan sihir:

“Razing Flames.”

Sebuah pilar api tiba-tiba mengelilingi boneka jerami. Momonga terus melepaskan mantra pada boneka jerami hingga hancur:

“Fireball.”

Boneka jerami yang dihantam bola api langsung berubah menjadi abu. Interval waktu antara pengucapan mantra dari berbagai jenis sihir sama seperti di YGGDRASIL. Tidak, mungkin malah menjadi lebih cepat sejak awal dilepaskan. Dalam game, pertama-tama kita harus memilih jarak dari lemparan, kemudian menggerakan kursor untuk menunjukkan lokasi lemparannya.

“Sempurna.”

Karena hasil percobaan ini cukup memuaskan, Momonga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengeluarkan suara puas.

“Momonga-sama, apa anda ingin aku mempersiapkan boneka jerami lebih banyak lagi?”

Aura masih terlihat bingung. Dia tahu Momonga adalah seorang penyihir yang hebat, sehingga dia tidak berpikir hasil seperti ini adalah sesuatu yang istimewa.

Tapi Momonga ingin memberikan kesan pada si kembar bahwa itulah terjadi. Tujuan dari tindakannya ini sudah tercapai.

“…… Tidak, aku ingin melakukan percobaan lain.”

Setelah menolak usulan Aura, Momonga melanjutkan percobaan berikutnya.

“「 Message 」.”

Tujuan utamanya adalah untuk menghubungi GM. Bila kita menggunakan sihir 「Message」 di dalam YGGDRASIL, selama pemain lain itu berada di dalam game, kita bisa mendengar suara panggilan berdering. Jika tidak ada respon, panggilan akan segera terputus.

Saat ini, ia seperti mendengar suara dan memperhatikan suara itu dalam pikirannya. Terasa seperti ada benang yang terus menerus meluas bergerak mencari orang yang ingin dihubunginya. Ini pertama kalinya bagi Momonga mengalami perasaan seperti ini, sangat sulit untuk menggambarkannya.

Hal itu itu berlangsung selama beberapa saat, tetapi jika akhirnya tidak terindikasi adanya respon, efek 「Message」 akan berakhir. Perasaan sangat kecewa langsung menyelimutinya. Momonga mengulang sihir yang sama. Orang yang dituju bukan lagi GM, tetapi kenalan lamanya dimasa lalu, anggota Ainz Ooal Gown.

Setelah 99 kali mencoba dan tidak ada apapun yang terjadi, membuatnya merasa ingin menyerah. Dia telah menggunakan 「Send Message to All」 untuk ke-40 anggota guild, tetapi tidak ada yang bisa dihubungi. Setelah memastikannya,

Momonga dengan pelan menggelengkan kepalanya.

Meskipun dia tahu bahwa dirinya telah lama ditinggalkan, dia masih merasa sangat kecewa.

Akhirnya, dia menggunakan sihirnya untuk menghubungi Sebas. Kontak –On.

Dengan cara ini dia bisa memastikan bahwa sihir 「Message」 masih bisa digunakan dan tidak terbatas hanya untuk orang-orang di dunia ini.

“Momonga-sama.”

Sebuah suara penuh hormat yang mendalam merasuki kepalanya. Momonga berpikir bahwa mungkin dia ada di sisi lain tempat ini, Sebas membungkuk penuh hormat, seperti yang ia lakukan di dunia nyata. Sambil terdiam ia berpikir tentang hal-hal konyol, rasanya aneh bagi Sebas, dan ia berbicara lagi:

“…… Bolehkah saya bertanya, apa yang Anda butuhkan?”

“Ah, ah, maaf, aku sedikit melamun. Baiklah, jelaskan bagaimana situasi nya saat ini? ”

“Ya, di sekitar sini hanya terdapat padang rumput dan saya tidak menemukan kehidupan.”

“Padang rumput …… bukan rawa?”

Di sekitar Underground Tomb of Nazarick seharusnya terdapat rawa yang luas. Itu adalah rumah bagi monster katak yang disebut Zwick. Lingkungan dengan banyak rawa beracun yang diselimuti kabut.

“Ya, di sekeliling hanyalah padang rumput.”

Momonga tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali tersenyum kecut. Situasi ini menjadi agak rumit ……

“The Great Underground Tomb of Nazarick seluruhnya telah pindah ke tempat tak dikenal? …… Sebas, apakah ada sesuatu yang terbang di atas, atau apakah ada mantera sihir yang muncul? ”

“Tidak, saya tidak melihat hal itu. Ada langit yang tak berujung seperti yang ada dalam lantai 6.”

“Apa! kau bilang langit? …… Apa di sekeliling tidak ada sesuatu yang aneh?”

“Tidak …… Tidak ada keanehan apapun yang terlihat. Selain Nazarick, tidak ada bangunan lain yang terlihat diluar.”

“Apa benar begitu …… Apa benar begitu ……”

Apa yang bisa ia dikatakan? Nampaknya pikiran Momonga tidak bisa mempercayainya. Namun hatinya tahu bahwa semua itu mungkin benar.

Sebas tetap diam sambil menunggu perintah selanjutnya. Momonga melihat ke arah gelang yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Dalam dua puluh menit, penjaga lantai yang lain akan tiba. Jika seperti ini keadaannya, maka hanya ada satu perintah yang bisa dia keluarkan.

“Kembalilah dalam dua puluh menit. Kembali ke Nazarick dan datanglah ke arena di mana semua penjaga lantai telah kuperintah untuk berkumpul. Laporkan pada kami situasinya dan segala sesuatu yang kau lihat. ”

“Ya, dimengerti.”

“Jadi kumpulkanlah informasi sebanyak mungkin sebelum kembali.”

Setelah mendengar persetujuan lawan bicaranya, Momonga menyudahi sihir 「Message」dan memutus kontak. Ketika Momonga berpikir bahwa semuanya telah berakhir dan hampir menghela napas, dia tiba-tiba teringat jika mata si kembar masih terus menatapnya.

Sekarang dia sudah menunjukkan kekuatan staf pada mereka, hal itu seharusnya memberi mereka pelajaran. Sambil Memegang staf, Momonga bimbang karena tidak tahu sihir apa yang akan dia tampilkan. Jika yang tersembunyi di dalam staff Ainz Ooal Gown adalah monster berkekuatan besar yang tak terhitung jumlahnya dan jika Momonga berharap begitu, dia bisa menggunakan sihir「Quick Summon」untuk memanggil mereka. Sepertinya cukup bagus, sihir kecil yang indah…

「Summon Primal Fire Elemental」

-Setelah berpikir Momonga memilih permata api dan mengaktifkan satu mantra tersembunyi dalam permata, 「Summon Primal Fire Elemental」.

Mematuhi perintah Momonga, permata yang tergantung di dalam mulut ular mulai bergetar dan kekuatan yang kuat muncul di sekitarnya. Momonga mengangkat Staff Ainz Ooal Gown dan bola cahaya besar mulai bersinar di depannya. Bola cahaya itu menghasilkan bola cahaya besar lainnya dengan pusaran api mengelilinginya. Pusaran api diputar lebih cepat dan lebih cepat lagi, dan akhirnya berubah menjadi tornado api dengan lebar empat meter dan tinggi enam meter.

Uap panas keluar di sekelilingnya. Di sudut matanya, ia melihat dua tubuh besar berbentuk ras Naga di depan Aura dan Mare.

Udara panas bertiup ke jubah Momonga sambil membuat suara retakan. Tidak mengejutkan jika panas yang menakjubkan ini akan menyebabkan luka bakar. Tapi

Momonga memiliki kekuatan tahan api yang mutlak untuk mengatasi kelemahan sebenarnya dari undead, karena itu tidak akan berdampak sama sekali pada dirinya. Segera setelah itu, api tornado besar yang cukup kuat untuk melelehkan logam dan cahaya menyilaukan meliputinya, terus – menerus berguncang hingga menjadi berbentuk manusia.

Primal Fire Elemental, bisa dikatakan adalah salah satu tingkat tertinggi dari elemen monster dan memiliki level 85 ke atas. Sama seperti Moonlight Wolf, Momonga juga merasakan hubungan yang kuat antara dia dan elemental api tersebut.

“Wow……”

Suara Aura mengeluarkan kekaguman, sambil menyaksikan dengan seksama. Sudah pasti mereka tidak bisa memanggil elemen tingkat tertinggi dengan sihir mereka, di wajah Aura, ekspresi senang seperti anak yang menerima hadiah Natal tampak.

“… Apa kau ingin mencoba berduel dengan itu?”

“Huh?”

“Huh, ya?”

Sedikit tertegun sejenak, Aura menunjukan kesan polos, tersenyum kekanak-kanakan. Untuk senyuman seorang anak, senyumnya agak sedikit …- tidak, itu terlalu bengis.

Begitu dia menyentuh Mare di sampingnya, ungkapan senyumnya berubah kembali jadi lebih kekanak-kanakan.

“Benarkah?”

“Tidak masalah, bahkan jika kamu menghancurkannya.”

Momonga mengangkat bahu, sambil mengatakan itu tidak masalah. Dengan kekuatan staf, dia bisa memanggil satu Primal Fire Elemental per hari. Dengan kata lain, selama hari itu berakhir, ia masih bisa memanggil satu lagi besok. Jadi bahkan jika itu hancur, tidak banyak kerugian yang didapat.

“Ah, aku tiba-tiba teringat bahwa ada urusan penting lain untuk ditangani ……”

“Mare.”

Salah satu tangan Aura langsung menangkap tangan Mare dan tidak akan membiarkannya lolos. Senyum aura menyebabkan Mare membeku. Bagi Momonga itu adalah senyum gadis yang cantik, tetapi di mata kembarannya, itu kebalikan dari senyum. Wajah Mare tetap membeku. Mare diseret ke depan Primal Fire Elemental. Matanya terus melihat ke sekitar, terutama pada Momonga sambil meminta bantuan. Dia memberinya ekspresi seperti bunga mekar, tetapi Momonga hanya menyemangatinya. Bunga itu pun langsung layu di tempat.

“Nah, kalian berdua bermainlah dengan ‘itu’. Jika kalian terluka, jangan menyalahkanku. ”

“Baiklah ~”

Aura menjawab dengan nada berseri, tapi terdengar pula tanggapan frustrasi dari Mare. Momonga merasa bahwa Mare tidak akan dendam padanya karena hal ini. Selain itu dia juga ingin menguji hubungan dengan Elementalnya dan memberi perintah pada si kembar untuk menyerang Primal Fire Elemental.

Dihadapkan dengan radiasi api yang memancar hebat dari Fire Elemental, Aura dan Mare menghadapi musuh mereka dan bertarung dua lawan satu. Aura menyerang Fire Elemental menggunakan tangannya yang memegang cambuk di udara, sementara Mare menggunakan sihir untuk memberinya damage.

“Sepertinya mereka akan menghadapi situasi ini dengan mudah.”

Ketika Momonga mengalihkan pandangannya dari pertarungan kekuatan ini, ia mulai berpikir tentang bagaimana seharusnya ia menyelidiki masalah ini. Sihir dan aktivasi item telah diketahui. Lalu selanjutnya dia harus menguji peralatannya. Yang paling penting adalah gulungan, bait, tongkat sihir dan peralatan lainnya. Item sihir seperti gulungan akan hancur setelah digunakan, sementara bait dan tongkat sihir perlu diisi dengan sihir sebelum mereka bisa digunakan.

Momonga memiliki banyak item sihir. Dengan kepribadiannya, dia pada dasarnya lebih suka menyimpannya daripada menggunakannya. Dia merasa sayang jika digunakan, jadi dia tidak menggunakan barang-barang yang bisa habis dipakai.

Bahkan ketika menghadapi bos musuh, dia tidak ingin menggunakan item pemulihan terbaiknya. Bukan karena kepribadiannya yang hati-hati, tapi dia hanya pelit. Item secara perlahan sudah mulai menumpuk. Sejak ia tinggal di YGGDRASIL, Momonga memegang item tersebut di dalam sebuah kotak. Ke mana kotak item itu pergi sekarang?

Momonga mengingat bayangan saat ia membuka kotak dari item di dalam kepalanya dan tangannya terlihat mulai mencari-cari di udara. Sebagian dari tangan yang dijulurkannya tiba-tiba menghilang dalam kehampaan.

Seolah-olah ada jendela yang terbuka dan tangan Momonga masuk ke dalamnya. Di tempat yang awalnya kosong muncul sebuah lubang dengan beberapa bait indah di dalam. Lubang ini dan Kotak item YGGDRASIL sebenarnya sama.

Saat menggerakan tangannya, item dalam lubang itu berubah. Gulungan, tongkat sihir, senjata, armor, ornamen, batu mulia, serta obat-obatan dan semua item sihir lain di dalamnya …… jumlah itu semuanya merupakan sebuah peringatan.

Momonga hanya bisa merasa senang dan tersenyum. Dengan ini, bahkan jika semua orang yang ada di dalam Nazarick menjadi musuhnya, Momonga sudah mendapat jaminan keselamatan.

Tatapan kosongnya memandang aksi Aura dan Mare, Momonga mulai merangkum informasi yang dia peroleh hingga saat ini. NPC yang sejauh ini dia temui, apakah mereka adalah program?

Tidak, mereka memiliki perasaan yang sama seperti manusia dan tidak terlihat adanya perbedaan. Sebuah program seharusnya tidak mampu menunjukkan emosi seperti itu. Harus diasumsikan bahwa karena beberapa alasan, mereka menjadi seperti manusia.

Dan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?

Dia tidak tahu. Karena sihir dari YGGDRASIL bisa digunakan di sini, maka akan lebih tepat jika menganggap semua ini hanyalah game seperti YGGDRASIL. Namun, dia meragukan penilaiannya sendiri. Semua tidak seperti dalam game sama sekali. Pada akhirnya, apakah itu masih di dalam game ataukah di dunia yang berbeda? Pasti salah satu dari du kemungkinan tersebut. Meski agak sedikit aneh untuk mengajukan pertanyaan seperti itu.

Bagaimana dia harus menghadapi masa depan?

Momonga harus memastikan sejauh mana pengaruh YGGDRASIL pada dunia ini. Jika monster dalam Nazarick dan NPC semuanya berdasarkan data elektromagnetik dari YGGDRASIL, maka seharusnya tidak ada musuh di sini.

Yang jadi masalah jika terdapat data lain selain data elektromagnetik yang terlibat. Selanjutnya dia harus mengambil sikap yang berbeda untuk menghadapi mereka. Singkatnya, untuk saat ini, ia memiliki posisi tertinggi di sini dan dibutuhkan sebagai sosok penguasa -jika dia harus melakukannya- dia harus bertindak dengan tepat.

Tindakan seperti apa yang harus dia ambil kedepannya?

Dirinya harus mengumpulkan petunjuk, meskipun belum jelas bagaimana dunia ini bekerja, pada saat ini Momonga hanya seorang petualang yang bodoh. Dia harus bertindak dengan hati-hati dan berhati-hati dalam mengumpulkan informasi.

Jika tempat ini adalah dunia yang berbeda, apalkah dia harus berusaha menemukan cara untuk kembali ke dunia aslinya?

Momonga merasa ragu. Jika dia memiliki teman- teman di dunia lama, mungkin ia akan melakukan hal tersebut. Jika orang tua kita masih hidup, akan lebih baik untuk memikirkan cara kembali. Jika ada keluarga yang memberi dukungan, atau pacar …

Tapi tidak ada orang-orang seperti itu yang menunggunya.

Hidupnya hanya bekerja untuk perusahaannya kemudian pulang, berulang begitu saja. Setelah pulang kerja ia langsung login ke YGGDRASIL, dan menunggu sesama anggota lainnya untuk login. Ia takut hal itu tidak akan terjadi lagi di masa depan. Lalu apa untungnya pulang ke rumah?

Tapi jika ada kemungkinan untuk kembali, dia harus mencoba untuk mencari tahu bagaimana caranya. Memiliki pilihan lain akan selalu lebih baik, karena mungkin saja ada neraka di luar sana.

“Apa yang harus kulakukan sekarang……”

Kata-kata kesepian Momonga menggema di udara.

[table style=”table-bordered”]

Sebelumnya Daftar ISI Selanjutnya

[/table]