Overlord – Volume 1 – Chapter 4 – Part 3

[Overlord v01] Chapter 4 Konflik (Duel)

“Semua personil, terima perintah,” sebuah suara kalem terdengar di telinga semuanya.

“Buruan sudah memasuki kandang.”

Yang berbicara adalah seorang pria.

Dia tidak mempunyai wajah yang berbeda, dan dia tidak mencolok diantara kerumunan. Namun, tak ada emosi pada sclerae (lapisan terluar yang keras pada mata, bagian dari kornea) hitam buatan miliknya atau luka di wajahnya.

“Serahkan keyakinanmu kepada para Dewa.”

Semuanya mulai berdoa lirih, versi pendek dari pujian yang biasanya kepada dewa-dewa mereka.

Mereka harus menyediakan waktu untuk berdoa meskipun sedang bertugas di negara lain. Ini bukan karena malas, tapi simbol dari keyakinan kepada dewa-dewa mereka.

Orang-orang yang mempersembahkan semuanya kepada Slaine Theocracy dan dewa-dewa mereka yang dihormati jauh lebih taat dari penduduk biasa dari Theocracy. Inilah kenapa mereka bisa melakukan tindakan yang lebih keji tanpa ada keraguan sedikitpun, dan mengapa mereka tidak merasa bersalah sama sekali.

Setelah doa mereka, mata dari setiap orang yang hadir sekeras dan sedingin kelereng.

“Mulai operasinya.”

Dengan sebuah kalimat, mereka berbaris membentuk lingkaran dan mengelilingi desa sehingga terlihat dari sudut pandang orang yang lewat sebagai hasil dari latihan yang keras dan panjang.

Orang-orang ini adalah kelompok black ops dari Slaine Theocracy. Meskipun reputasi mereka sudah tersebar jauh dan luas, hanya sedikit yang tahu keberadaan anggota mereka. Mereka adalah salah satu dari Six Scriptures (Enam Kitab Suci) yang berada langsung di bawah pendeta tertinggi dari Slaine Theocracy. Mereka adalah Sunlight Scriptures (Kitab Suci Cahaya Matahari), yang misinya adalah menghabisi pemukiman demihuman. Namun, hanya ada sedikit dari orang-orang ini yang paling banyak terlibat dalam pertempuran dari Six Scriptures. Mereka hanya sekitar seratus jumlahnya.

Dengan kata lain, standar perekrutan dari Sunlight Scriptures sangat ketat.

Untuk masuk dibutuhkan kemampuan untuk bisa melakukan divine magic tingkat 3, yang mana merupakan tingkat tertinggi dari magic caster biasa yang bisa dicapai. Ditambah lagi, dibutuhkan kemampuan fisik yang luar biasa dari mereka, kemauan keras, dan keyakinan yang dalam.

Dengan kata lain, mereka adalah sekelompok petarung ultra elit.

Pria yang menghela nafas dengan pelan ketika dia melihat bawahannya menyebar. Ketika mereka menyebar untuk menuju posisi mereka, akan sangat sulit menentukan dengan pasti gerakan mereka. Namun, dia tidak khawatir terhadap kepungan sempurna mereka pada desa.

Komandan dari Sunlight Scriptures, Nigun Grid Luin, hanya merasa tenang jika tahu keberhasilan sudah di tangan.

Sunlight Scriptures tidak terbiasa dengan operasi rahasia berkepanjangan di lapangan. Hasilnya, mereka selalu luput  dari empat kesempatan untuk menyelesaikan misi itu di masa lalu. Mereka sangat berhati-hati setiap kali mereka mendekat ke Gazef dan pasukannya, untuk menghindari ketahuan. Jika mereka luput dalam kesempatan ini juga, Hari-hari mereka mengejar jejak dan mengikuti akan semakin panjang.

“Lain waktu… Aku akan meminta bantuan tim lain, dan menyerahkan beberapa tugas kepada mereka.”

Seseorang menjawab keluhan Nigun.

“Benar sekali, lagipula kita selalu melakukan spesialisasi dalam pemusnahan.”

Yang bicara tadi adalah salah satu orang yang tetap di belakang untuk melindungi Nigun.

“Memang benar, misi kali ini cukup aneh. Tidak aneh jika kita minta bantuan Windflower Scriptures (Kitab Bunga angin) untuk ini…”

“Memang benar, tapi entah mengapa mereka hanya mengirimkan kita kali ini. Tapi tetap saja, ini akan menjadi pengalaman yang bagus. Kita bisa melihat ini sebagai latihan untuk menyusup ke dalam daerah kekuasaan musuh. Hm, yang kita tahu, hanya itu maksud dari orang-orang di atas sana.”

Nigun berkata seperti itu, tapi dia sangat jelas bahwa misi lain seperti ini sangat tidak mungkin.

perintah yang diberikan adalah “membunuh petarung terhebat dari Kingdom, Orang yang terkenal di negara sekitar karena kekuatannya yang tak ada tandingan, Gazef Stronoff.”

Ini adalah bentuk tugas yang diberikan kepada Sunlight Scriptures. Namun, Seharusnya ini adalah wewenang dari unit operasi spesial yang paling kuat dari Theocracy, Black Scriptures (Kitab hitam), yang anggotanya memiliki kekuatan dari para pahlawan. Namun, saat ini hal itu tidak mungkin.

Alasannya adalah sangat rahasia, jadi dia tidak bisa memberitahukan itu kepada bawahannya, tetapi Nigun tahu yang sebenarnya.

Black Scriptures sedang melindungi pusaka suci ‘Downfall of Castle and Country (Runtuhnya Kastil dan Negara)’ untuk mempersiapkan bangkitnya malapetaka Dragon Lord (Raja Naga), sementara Windflower Scriptures sedang sibuk mengejar pengkhianat yang kabur dengan salah satu pusaka yang melambangkan Putri Miko. Tak ada dari mereka yang mempunyai waktu luang untuk menolong Sunlight Scriptures.

Nigun secara tidak sadar merasakan luka di pipinya.

Dia teringat waktu dimana dulu dia harus lari. Wajah dari gadis dengan Pedang Siluman hitam legam muncul di ingatannya.

Magic bisa menyembuhkan dengan mudah tanpa meninggalkan bekas luka, tapi dia sengaja meninggalkan bekas luka sebagai pembelajaran dari kekalahan yang memalukan ke dalam hatinya.

“..Blue Rose sialan.”

Anggota Blue Rose adalah penduduk dari Kingdom, seperti Gazef. Pendeta wanita mereka adalah salah satu yang paling membuat dia marah. Disamping fakta bahwa dia adalah Kafir yang menyembah Tuhan lain, dia harus menghentikan Nigun yang berencana untuk menyerang demihuman bahkan percaya bahwa dia berada di sisi keadilan dalam melakukannya.

“…Manusia itu lemah, dan menggunakan segala macam cara untuk mempertahankan diri. Siapapun yang tidak tahu itu adalah orang yang benar-benar bodoh.”

Salah satu bawahan kelihatannya merasakan kemarahan yang tersimpan dalam mata hitamnya yang berkilauan, dan menyela:
“Tapi, tapi Kingdom itu juga bodoh.”

Nigun tidak menjawab, meskipun dia juga setuju dengan ucapan tersebut.

Gazef sangat kuat, jadi untuk melemahkan dia, mereka harus memisahkannya dari peralatan yang dimilikinya.

Kingdom dibagi ke dalam faksi Bangsawan dan Kerajaan. Karena mereka melawan Gazef, figur menonjol di faksi kerajaan, faksi bangsawan bisa dengan mudah memimpin tindakan politis jika hanya untuk menghbisinya. Mereka tidak akan mempertimbangkan akibat dari perbuatan mereka yang datang dari kekuatan asing.

Gazef adalah rakyat biasa yang naik ke posisinya sekarang ini dengan kemampuan berpedangnya, jadi para bangsawan sangat jijik dengannya.

Dan itu membuahkan satu keputusan.

Kartu As Kingdom akan segera dibantai oleh akal bulus dari orangnya sendiri.

Itu adalah tindakan yang benar-benar kelewatan bodohnya bagi Nigun.

Mereka — Slaine Theocracy — memang dibagi menjadi enam sekte, tapi kapanpun mereka harus bertindak, mereka akan bersatu.

Salah satu alasannya karena semuanya menghormati masing-masing dewa. Yang lainnya karena semua tahu bahwa banyak suku selain manusia dan monster di dunia ini, dan mereka akan berada dalam bahaya jika mereka tidak bekerja sama.

“..itulah kenapa mereka ingin semuanya melangkah di jalan ajaran yang benar bersama-sama. Manusia tidak seharusnya saling bertengkar, tapi berjabat tangan dan membawa kebaikan dan masa depan cerah.”

Gazef akan menjadi korban untuk tujuan ini.

“..Bisakah kita membunuhnya?”

Nigun tidak menghina rasa tidak tenang dari bawahannya.

Buruan mereka adalah Kapten Prajurit Kingdom — Orang terkut di daerah itu, Gazef Stronoff.

Menghabisinya akan lebih sulit dari menyerang dan memusnahkan sarang dari desa goblin yang besar. Untuk menghilangkan ketakutan bawahannya, Nigun dengan tenang membalas:

“Tidak apa. Saat ini, dia tidak menggunakan harta karun dari Kingdom, Benda yang boleh dia pakai. Tanpa mereka, membunuhnya adalah hal mudah.. bukan, lebih baik dikatakan bahwa tanpa mereka, inilah satu-satunya kesempatan untuk membunuhnya.”

Kapte Prajurit Kingdom, Gazef Stronoff, terkenal sebagai petarung terkuat di tanah itu. Tapi ada alasan dibalik teknik berpedangnya yang sangat menakjubkan.

Alasannya adalah lima benda warisan dari Kingdom. Meskipun hanya empat yang diketahui, dia diperbolehkan untuk menggunakan mereka semua.

Gauntlets of Vitality (Sarung tangan Vitalitas), yang membuat pemakainya menjadi tahan terhadap lelah. Amulet of Immortality (Jimat keabadian), yang terus membuat lukanya menyembuhkan diri dengan cepat. Guardian Armor, yang terbuat dari adamantite dan diberi mantra untuk mengjauhkan serangan kritikal. Razor’s Edge, pedang yang dibuat dan diberi mantra untuk mengejar ketajamannya, yang mana bisa membelah armor seperti pisau terkenal yang membelah mentega.

Bahkan Nigun tidak bisa berharap untuk mengunggulinya dalam serangan langsung melawan Gazef Stronoff, yang memiliki kemampuan serangan dan bertahan yang meningkat sangat tajam ketika dia menggunakan item-item tersebut. Tidak, Mungkin bisa dikatakan tidak ada manusia yang bisa mengalahkannya ketika dia seperti itu. Namun, dia tidak memakai harta karun tersebut sekarang ini, jadi Nigun memiliki kesempatan besar.

“Lagipula.. kita juga memiliki kartu as sendiri. Ini adalah pertempuran yang kita tidak boleh kalah.”

Nigun menepuk dadanya dengan ringan.

Di dunia ini, ada tiga tipe item magic yang diluar dari tipe dan klasifikasi biasa.

Pertama adalah peninggalan dari 500 tahun yang lalu, ditinggalkan oleh Eight Greed King (Delapan Raja Rakus) yang pernah menguasai dunia, namun sebentar.

Selanjutnya adalah yang dibuat oleh naga, yang pernah menguasai dunia sebelum mereka dihancurkan oleh Eight Greed King. Naga yang paling kuat, Dragon Lord, membuat harta karun rahasia dari semacam naga.

Dan yang ketiga adalah keystone(batu kunci) dari Slaine Theocracy, artefak yang tertinggal dari enam dewa yang turun ke dunia 600 tahun yang lalu.

Itulah tiga tipenya.

Apa yang Nigun miliki di kantung dadanya sekarang adalah harta karun yang langka yang hanya dimiliki beberapa orang di Slaine Theocracy. Dengan kata lain, itu adalah senjata rahasia Nigun.

Nigun melihat sebentar ke arah pita logam di pergelangannya. Angka melayang dari permukaannya, menunjukkan waktu yang ditentukan telah datang.

“Kalau begitu.. mari kita mulai pertempuran ini.”

Nigun dan bawahannya mulai merapal mantra.

Mereka merapal mantra tertinggi yang bisa mereka gunakan untuk memanggil angel.

“Oh.. ternyata ada orang di luar sana.”

Gazef mengintip orang-orang yang mengepung desa dari dalam rumah yang gelap.

Dia bisa melihat tiga orang dari jarak pandangnya. Mereka pelan-pelan maju ke arah desa sambil mempertahankan jarak satu sama lain.

Mereka tidak membawa senjata dan tidak menggunakan pakaian berat. Namun, itu bukan berarti mereka hanya bisa menggertak saja. Banyak Magic Caster yang tidak menyukai armor berat dan lebih memilih armor ringan. Ini menunjukkan mereka adalah para magic caster.

Namun, mereka memiliki monster bersayap yang mengambang di samping yang menunjukkan bakat mereka.

Angel.

Angel adalah monster yang dipanggil dari dunia lain, dan banyak orang.. pada khususnya, penduduk Slaine Theocracy — yang percaya mereka adalah pembawa pesan dari dewa. Namun, para pendeta yang menguasai Kingdom menyebut mereka yang disebut angel ini hanyalah monster-monster yang bisa dipanggil.

Sementara perselisihan religi ini adalah bagian dari alasan mengapa negara-negara ini saling bertarung, Gazef merasa status mereka sebagai penyampai pesan ilahi hanyalah yang kedua dari kekuatan mereka sebagai monster.

Bagi Gazef, angel dan demon, serta yang mirip lainnya, lebih kuat dari banyak monster lain yang dipanggil menggunakan magic dengan tingkat yang serupa. Banyak dari mereka yang mempunyai kemampuan spesial dan beberapa bahkan bisa menggunakan magic. Mereka adalah musuh yang menyusahkan, dalam ingatannya.

Namun, angel kali ini, dengan plat pelindung dada yang bersinar dan pedang berapi, adalah tipe yang tidak dia ketahui.

Ainz yang sedang melihat mereka bersama Gazef dari sampingnya. Bertanya kepada Gazef, yang tidak tahu apapun dan tidak bisa mengukur kekuatan mereka:

“Siapa orang-orang ini? Apa yang mereka inginkan? Kurasa tidak ada yang berharga di desa ini….”

“Tuan Gown, anda juga tidak tahu?…jika mereka tidak mencari harta, maka hanya ada satu jawaban lain.”

Ainz dan Gazef saling memandang.

“Mereka pasti sangat membenci anda, Tuan Kapten Prajurit”

“Sudah jadi bawaan dari posisi Kapten Prajurit. Namun… menyusahkan sekali. Melihat mereka yang memiliki banyak orang yang bisa memanggil angel, mereka pasti dari Slaine Theocracy… dan jelas bahwa orang-orang yang mereka bawa dalam operasi kali ini pastilah unit operasi spesial.. Six Scriptures yang melegenda. Kelihatannya baik dari jumlah dan kemampuan, lawan lebih unggul dari kita.”

Gazef mengusap kepalanya, menunjukkan kesulitan yang dia hadapi. Dia mungkin terlihat depresi, tapi di dalam, dia menggelora dengan kemarahan dan panik.

“Mereka sudah susah payah, dengan menggunakan faksi bangsawan untuk melucuti perlengkapanku. Tetap saja, akan sangat menyusahkan jika manusia ular itu masih berada di ruang pertemuan kerajaan, jadi kurasa aku beruntung bisa mengenali kejahatannya disini. Tetap saja, aku tidak mengira Slaine Theocracy mengawasiku…”

Dia mendengus mengejek diri sendiri.

Dia tidak memiliki cukup pasukan, dia sedang tidak memakai perlengkapan untuk bertempur seperti ini, dan dia tidak mempunyai rencana sekarang. Kesimpulannya, dia tidak memiliki apapun. Meskipun, mungkin masih ada kartu as yang bisa dia gunakan.

“…Apakah itu Archangel Flame? Kelihatannya mirip, tapi.. kenapa yang monster seperti itu berada disini… jangan-jangan bisa dipanggil oleh magic juga? itu artinya…”

Gazef berpaling dan melihat Ainz yang menggumam. Dengan tatapan berharap, dia bertanya:

“Tuan Gown, jika boleh, maukah anda saya pekerjakan?”

Tak ada jawaban, tapi Gazef bisa merasakan beban dari tatapan Ainz dibalik topengnya.

“Aku tidak bisa menjamin hadiah dari yang anda harapkan.”

“..Mohon izinkan aku untuk menolak.”

“..Meskipun pinjaman dari Knight yang anda panggil juga tidak apa.”

“..Saya harus menolaknya juga.”

“..Kalau begitu, bagaimana jika aku mewajib militerkan anda menurut hukum kerajaan?”

“Itu akan menjadi keputusan terburuk yang anda bisa buat… Saya tidak berencana untuk mengatakan kalimat yang kasar, tapi jika anda bersikeras untuk menggunakan otoritas dari Kingdom untuk mewajib militerkan saya, maka aku akan dengan terpaksa sedikit melawan.”

Keduanya saling menatap tanpa sepatah katapun. pertama untuk memalingkan tatapannya adalah Gazef.

“…Itu akan sangat menakutkan. Kami akan disapu bersih sebelum bisa mengayunkan pedang kepada mereka yang berasal dari Slaine Theocracy.”

“Sapu bersih… itu adalah gurauan yang bagus. Namun, aku lega anda mengerti aku.”

Gazef menyipitkan matanya dan melihat Ainz, yang menganggukkan kepalanya.

Ucapannya tadi bukan gurauan, insting Gazef berkata. Bermusuhan dengan magic caster ini adalah kesalahan yang sangat fatal.

Di depan bahaya yang mengancam jiwa seperti ini, instingnya lebih bisa diandalkan daripada kecerdasannya yang tak seberapa.

Siapa dia? Darimana asalnya?

Saat Gazef berpikir, dia melihat topeng aneh Ainz. Seperti apa rupanya di bawah topeng itu? Apakah dia adalah orang yang dia kenal? Atau…

“Ada apa? Apakah ada sesuatu di topeng saya?”

“Ah tidak. Saya hanya merasa topeng itu sangat spesial. Karena topeng itu digunakan untuk mengendalikan monster tersebut… itu pasti item magic yang sangat kuat… benar begitu?”

“Tentang itu… saya harus bilang bahwa ini sangat langka dan item yang berharga. Bisa dikatakan ini sangat eksklusif.”

Memiliki item magic yang ampuh menunjukkan bahwa pemiliknya adalah individu yang mumpuni. Dengan logika tersebut, Ainz pasti seorang magic caster yang sangat berbakat. Gazef merasa sedikit sedih karena tidak bisa mengamankan bantuannya.

Oleh karena itu, bagian darinya hanya berharap sebagai seorang petualang, Ainz akan menerima permintaan.

“..Ternyata begitu, percuma saja terus-terusan seperti ini. Kalau begitu, Tuan Gown, tolong jaga diri. Sekali lagi, terima kasih telah menyelamatkan desa ini.”

Gazef melepaskan sarung tangan logamnya untuk menjabat tangan Ainz. Biasanya, Ainz juga berpikir untuk melepas Jarngreipr miliknya untuk membalas kesopanannya, tapi akhirnya, dia tidak melakukan hal itu. Tetap saja, Gazef tidak perduli. Dia menggenggam tangan Ainz kuat-kuat, dan berkata:

“Saya benar-benar bersyukur kepada anda karena sudah melindungi penduduk yang tidak berdosa dari pembantaian. Dan juga.. saya tahu ini adalah permintaan yang egois dan saya tidak berhak untuk membuat anda melakukan apapun.. tapi saya harap anda melindungi penduduk disini, sekali lagi saja. Sekarang, saya tidak bisa memberikan apapun pada anda, tapi saya harap bagaimanapun, anda akan mendengar permohonan saya.. saya mohon.”

“Tentang itu..”

“Jika anda mengunjungi ibukota kerajaan, saya akan memberikan apapun yang anda minta. Saya bersumpah atas nama Gazef Stronoff.”

Gazef melepaskan tangan Ainz, berlutut, tapi Ainz menahannya.

“..Tidak perlu sejauh itu.. baiklah, saya akan melindungi penduduk. Saya bersumpah atas nama Ainz Ooal Gown.”

Setelah mendengar Ainz bersumpah atas namanya, Gazef menghela nafas lega.

“Terima kasih banyak, Tuan Gown. Sekarang saya tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah nekat menerobos mereka.”

“..Sebelum itu, tolong bawa ini dengan anda.”

Ainz mengeluarkan sebuah item dan menyerahkannya kepada Gazef yang tersenyum. Itu adalah pahatan kecil dan aneh. Kelihatannya tidak ada yang spesial padanya. Namun —

“Jika ini hadiah atas kebaikan anda, saya akan senang hati menerimanya. Kalau begitu, Tuan Gown. Waktu sudah mepet, tapi saya harus pergi.”

“..Apa kamu tidak ingin menunggu hingga malam hari sebelum keluar?”

“Musuh memiliki mantra seperti ‘DarkVision’ atau semacamnya, jadi pertarungan malam juga bukan keuntungan bagi kita, tapi aku tidak bisa bayangkan mereka akan terhalang oleh itu. Dan juga… kami ingin kalian melihat apakah kami akan berdiri atau jatuh.”

“Oh begitu. Seperti yang kuduga dari Kapten Prajurit Kingdom, pandangan tajam anda benar-benar patut dipuji. Kalau begitu, aku mengharapkan yang terbaik, Tuan Kapten Prajurit.”

“Dan aku harap perjalanan anda selamat sampai rumah, Tuan Gown.”

Ainz diam-diam mengawasi punggung Gazef yang menjauh. Meskipun Tuannya sedang memikirkan sesuatu, dia tidak bertanya lebih jauh.

“..Haa.. ketika aku melihat manusia disini, aku melihat mereka seperti serangga.. tapi setelah bicara dengan mereka, aku mulai berpikir bahwa merek seperti binatang kecil.”

“Itukah kenapa anda bersumpah dengan atas nama anda yang agung untuk melindungi mereka?”
“Mungkin.. tidak, aku seharusnya berkata bahwa itu adalah balasan bagaimana beraninya dia berkendara menuju kematiannya…”

Ainz mengagumi itu. Dia mengagumi tekad Gazef, kekuatan atau semangat yang tidak dia punya.

“..Albedo, perintahkan kepada para pelayan untuk mencari penyergap di sekeliling dan habisi mereka ketika sudah ketemu.”

“Saya akan segera melakukannya… Ainz-sama, kepala desa dan yang lainnya disini.”

ketika Ainz menoleh ke Albedo, dia melihat kepala desa dan dua orang penduduk mendekat.

Mereka tiba di sisi Ainz, bernafas ngos-ngosan. Dipenuhi perasaan tertekan dan tidak enak, kepala desa langsung bicara, seakan bernafas adalah kenyamanan yang tidak bisa dia dapatkan.

“Ainz-sama, apa yang harus kami lakukan? Mengapa Kapten Prajurit meninggalkan kami dan tidak melindungi kami?”

Ucapan kepala desa dipenuhi ketakutan, tapi ada sedikit kemarahan disana.

“..Dia melakukan hal yang harus dia lakukan, kepala desa.. Musuh mengincar Tuan Kapten Prajurit, dan jika dia tetap disini, desa akan menjadi medan pertempuran. Musuh tidak akan membiarkanmu kabur. Dia meninggalkan tempat ini demi kalian.”

“Oh begitu, jadi itu kenapa Kapten Prajurit pergi.. kalau begitu, apakah kami harus tetap disini?”

“Tentu tidak. mereka akan kemari dan membunuh kalian setelah mereka selesai dengan Kapten Prajurit. Selamat kalian berada di dalam kepungan, kalian takkan bisa kemana-mana. Namun… ketika musuh sedang menghadapi Kapten Prajurit, kalian akan mempunyai kesempatan untuk kabur. Kalian harus ambil kesempatan itu.”

Jadi itu alasannya kenapa Kapten Prajurit keluar bersama orang-orangnya. Dia berencana untuk menggunakan dirinya sebagai umpan dan memancing musuh menjauh dengan serangan langsung.

Wajah merah kepala desa menunduk ketika dia mendengar peluang tipis dari Kapten Prajurit. Pria yang menuju kematiannya hanya untuk memberikan mereka kesempatan untuk kabur.

Kepala desa mengutuk ketidak mampuannya untuk mengerti pengorbanan seorang pria, dan bagaimana dia salah duga terhadap keberanian Gazef dengan egois dan menyalahkannya.

“Aku tidak menduga dia membuat kesimpulan dan menyalahkan orang yang baik… kalau begitu, Ainz-sama, apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Apa maksudmu dengan itu?”

“Kita tinggal di dekat hutan, tapi tidak ada jaminan kita tidak akan diserang oleh monster-monster. Kita hanya beruntung dan berpikir bahwa ini adalah tempat yang aman, jadi kami tidak berpikir tentang pertahanan diri, pada akhirnya, bukan hanya kehilangan teman dan yang tercinta, bahkan menjadi beban..”

Sekarang bukan hanya kepala desa, tapi penduduk desa di belakangnya terlihat menyesal.

“Itu sudah terjadi. Penyerang kalian adalah prajurit profesional. Jika kalian berusaha melawan, kalian mungkin hanya akan jadi mayat sebelum aku sampai disini.”

Ainz mencoba menangkan penduduk, tapi tak ada yang merasa tenang sama sekali. Fakta bahwa bagaimanapun ucapan manis yang dia katakan, penduduk yang kehilangan adalah tragedi yang tak terelakkan. Yang bisa mereka harapkan adalah waktu yang akan menyembuhkan seluruh luka.

“Kepala desa, tidak ada waktu lagi. Kalian harus bergerak cepat agar tidak membuang tekad Kapten Prajurit.”

“Oh begitu.. kalau begitu, Ainz-sama, apa yang akan anda lakukan?”

“..Aku akan tetap disini dan melihat situasinya, lalu menunggu waktu yang tepat untuk mengawal kalian menjauh.”

“Kami selalu menyusahkan Ainz-sama, benar-benark, kami..”

“…Jangan dipikirkan. Karena aku sudah berjanji pada Kapten Prajurit.. kalau begitu, kumpulkan seluruh penduduk desa ke dalam salah satu rumah yang besar. Aku akan melindunginya dengan magic.”

[table style=”table-bordered”]

Sebelumnya Daftar ISI Selanjutnya

[/table]