Overlord – Volume 1 – Chapter 4 – Part 4

[Overlord v01] Chapter 4 Konflik (Duel)

Dia bisa merasakan gejolak yang dirasakan oleh kuda yang ditunggangi lewat kakinya.

Bahkan Kuda perang yang terlatih  pun — bukan, karena kuda peranglah maka binatang tersebut tahu jika dia sedang menuju kematian.

Hanya ada 4 atau 5 musuh yang mengepung desa, jadi ada jarak yang lebar di antara mereka. Namun, mereka mungkin mempunyai suatu cara untuk membuat pengepungan mereka menjadi sangat ketat.

Dengan kata lain, mereka sedang memasang jebakan untuknya, dan jika dia jatuh ke dalam jebakan tersebut, dia akan tewas.

Namun begitu, Gazef masih tetap bertekad untuk menerobos mereka. Tidak, menurut keadaan saat ini, memaksa menerobos adalah satu-satunya pilihan.

Dia tidak punya peluang menghadapi mereka dalam pertempuran jarak jauh.

Jika dia mempunyai pemanah jitu, lain lagi persoalannya. Jika tidak, dia harus menghindari pertempuran jarak jauh dengan magic caster.

Akan lebih bagus jika mereka mempunyai rumah-rumah yang terbuat dari batu atau benteng yang kokoh untuk melawan mereka dari sana, tapi dia tidak yakin sama sekali pada kemampuan dinding kayu untuk menghentikan magic. Yang hanya dia tahu, baik Gazef dan rumah itu mungkin akan terbakar bersama.

Oleh karena itu, taktik terakhir yang bisa dia gunakan adalah yang benar-benar bukan manusiawi.

Meskipun bisa begitu, dia akan menyeret desa menjadi medan pertempuran dan menyeret Ainz Ooal Gown ke dalamnya, dengan kata lain memaksanya ikut terlibat.

Tapi jika dia melakukan itu, berarti melupakan tujuannya kemari. Oleh karena itu, Gazef harus menyabung nyawa.

“Serang musuh sekeras-kerasnya, dan buat penjaga itu menjauh dari desa. Setelah itu, langsung mundur. Jangan ragu dan sampai melewatkan peluang untuk kabur.”

Setelah mendengar balasan energic dari belakangnya, Gazef mengerutkan kening.

Berapa banyak anak buahnya yang akan bisa kembali hidup-hidup?

Tidak banyak yang lebih bertalenta daripada manusia biasa. Bukan juga mereka dilahirkan dengan kekuatan super. Mereka hanya sekelompok orang yang berlatih keras di bawah Gazef. Kehilangan hasil dari kerja kerasnya adalah kerugian besar.

Gazef akan melakukan pengorbanan yang bodoh, dan tolol, dan anak buahnya akan mengikuti. Dia ingin meminta maaf kepada orang-orang ini, yang ditarik bersamanya, tapi ketika dia berputar dan melihat mereka, dia menelan kata-katanya kembali.

Apa yang dia lihat adalah wajah-wajah dari prajurit sejati, pria yang tak kenal takut yang akan pergi walaupun harus ke neraka tanpa sedikitpun protes.

Tidak perlu meminta maaf ketika melihat wajah-wajah bawahannya, wajah-wajah itu seakan berkata mereka tahu mereka sedang menuju bahaya, tapi mereka akan tetap melakukannya. Satu demi satu, orang-orang itu berteriak yang membuat Gazef malu:

“Jangan khawatir, Kapten-Prajurit!”
“Yeah, kami semua kemari atas keinginan kami sendiri, bisa bertarung dan mati di sisi Kapten Prajurit!”

“Biarkan kami melindungi negara kami, dan teman-teman kami!”

Tak ada lagi yang bisa dikatakan, Gazef mengembalikan teriakan mereka dengan teriakan yang lebih dahsyat:

“Kalau begitu, ayo maju! Kita cincang mereka!”

“Ohhhhhhhhh!”

Orang-orang Gazef memacu kudanya mengikuti pimpinan mereka. Kuda yang melaju kencang melewati dataran itu seperti anak panak yang lepas dari busurnya.

Masih dalam keadaan menunggang kuda, Gazef menghunuskan busurnya dan memasang anak panah dan bersiap menembak.

Meskipun kudanya berguncang dan gemetar di bawahnya, Gazef dengan tenang menarik tali busurnya. Anak panah yang terlepas mengenai targetnya tanpa ragu, menusuk kepala magic cast yang paling depan…. atau setidaknya, itu yang dia kira akan terjadi.

“Cheh! Ternyata memang tidak berguna. Mungkin saja jika aku mempunyai anak panah magic, tapi.. ah, aku memang tak punya apa yang tak ada. Menggerutuinya hanya buang-buang waktu.”

Anak panah itu mental ketika mengenai helm yang kuat. Kerasnya yang tidak biasa itu pasti hasil dari magic. Seperti yang Gazef katakan, agar bisa menembus magic yang tak mempan dengan serangan jarak jauh, dia membutuhkan senjata magic sendiri.

Karena Gazef tidak memiliki senjata seperti itu, dia berhenti menembak dan menyingkirkan busurnya.

Magic Caster itu mulai melakukan serangan balasan, dan merapal mantra-mantranya.

Gazef memfokuskan tenaganya, dan mengambil kuda-kuda untuk menahan magic mereka.

Saat itu, kuda di bawahnya meringkik dengan keras dan mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi.

“Go! Go! Go!”

Dia menggenggam erat tali kekangnya dan condong ke depan, seperti memeluk kuda itu. Untungnya, refleksnya yang cepat menjaga Gazef terjatuh dari kudanya. Membuatnya berkeringat dingin di sekujur tubuh, dia berhasil menekan kepanikan sesaat. Ada sesuatu yang lebih penting di depannya.

Gazef yang bingung dan terengah-engah mencambuk sisi samping kudanya, tapi sang kuda masih tetap terdiam, seakan seseorang yang lebih penting dari penunggannya telah memberikan perintah.

Fenomena aneh ini hanya berarti satu hal.

Itu adalah magic yang mengendalikan otak.

Kuda itu terpengaruh mantra semacam itu. Gazef mungkin bisa melawan efeknya, tapi yang terkena bukanlah monster, tetapi hanya kuda biasa, jadi tingkat perlawanannya tidak seperti yang diduga.

Kemarahan berkobar dalam Gazef karena tidak menduga bentuk serangan yang terlihat jelas itu.  Dia melompat turun dari kudanya, dan bawahannya yang masih menunggang kuda, mengarahkan kudanya mendekati Gazef, melewatinya dari kedua sisi.

“Kapten Prajurit!”

Orang terakhir dari kelompok itu mengurangi kecepatannya, mengulurkan tangannya. Mereka ingin menolong Gazef menaiki kuda mereka, tapi angel yang sedang memperhatikan mereka dari langit meluncur ke bawah lebih cepat. Gazef menghunus pedangnya dan mengayukannya kepada angel itu.

Pedang baja itu menjadi secepat kilatan cahaya.

Sabetan dari orang terkuat di Kingdom cukup untuk membelah tubuh manusia menjadi dua. Tapi angel bukanlah manusia, meskipun terluka pada dada, masih belum bisa ditebas.

Darah mengucur ke udara adalah mana yang menyusun tubuh angel. Lalu menghilang seperti asap.

“Tidak perlu! Maju dan serang mereka!”

Setelah Gazef memberikan perintahnya, dia menatap tajam angel yang terlepas. Memang terluka, tapi masih mencoba mencari celah pada pertahanan Gazef.

“Jadi begitu.”

Perasaan aneh merambat ke tangannya ketika pedangnya terkena sasaran.

Gazef tahu apa itu. Monster ini mempunyai skill yang akan mengurangi serangan apapun yang mengenai mereka kecuali serangan senjata yang dibuat oleh material khusus. Berkat kemampuan ini angel bisa menerima serangan Gazef tanpa jatuh.

Jika itu masalahnya…

Gazef memfokusikan tenaga dalam tubuhnya dan mengaktifkan martial art ‘Focus Battle Aura’, dan pedangnya berkilauan cahaya crimson.

Angel mengambil kesempatan ini untuk menebas dengan pedang api merah. Namun —

“–Terlambat.”

Di mata petarung terkuat Kingdom, Gazef Stronoff, gerakan angel-angel itu benar-benar terlalu pelan.

Pedang Gazef diayunkan.

Sabetan ini jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan pedang Gazef memotong dengan rapi menembus tubuh angel.

Tubuhnya hancur, seperti leleh di udara, sayapnya yang berkilauan terkepak beberapa kali sebelum hilang seakan itu semua adalah mimpi.

Jika Gazef tidak tersangkut dalam kubangan darah seperti sekarang, dia mungkin akan bertepuk tangan atas pertunjukan cahaya itu. Namun, saat ini dia tidak sempat untuk hal itu.

Gazef melihat sekeliling, musuh terlihat maju menuju dirinya dalam gelombang yang tidak ada habisnya — dan tersenyum.

Angel-angel semakin berdatangan di sisi mereka.

Gazef sangat paham bahwa mereka bukanlah bala bantuan biasa.

“..Jadi, magic bisa melakukan apapun, huh? Sial.”

Sambil mengutuk magic caster yang dengan mudah melakukan hal yang tak bisa dilakukan oleh seorang petarung, Gazef dengan tenang menghadapi tumpukan musuh yang mengelilinginya, dan yakin bahwa ini adalam semua musuh yang mengepung desa.

Itu artinya pengepungan desa sudah lepas.

“Kalau begitu, Tuan Gown, sisanya aku serahkan pada anda.”

Tahu bahwa dia bisa menyelamatkan penduduk desa membuat hati Gazef dipenuhi dengan kebahagiaan tak terhingga. Dia tersenyum pada kecerobohan musuh.

Lalu suara derap kaki kuda terdenga di telinga Gazef. Itu adalah suara dari bawahan Gazef, yang memutar balik setelah melewati musuh, dan kembali untuk berperang.

“Aku sudah bilang pada mereka untuk berpencar ketika blokade sudah tembus.. dasar sekelompok orang-orang bodoh kalian… Aku bangga sekali pada kalian.”

Gazef berlari maju.

Ini mungkin akan menjadi peluang terbaik dan satu-satunya untuk mengakhiri pertempuran. Dilihat dari kecepatan penunggang tersebut, magic caster – magic caster musuh harus memfokuskan seluruh perhatian mereka pada bawahannya. Dia akan mengambil kesempatan ini untuk menimbulkan keributan pada barisan mereka. Hanya itu satu-satunya cara.

Kuda-kuda bawahannya meringkik dan mengangkat kaki depan mereka, seperti kuda Gazef. Beberapa orang berteriak kesakitan ketika terlempar dari kuda mereka, dan angel-angel itu mengambil peluang itu untuk menekan dengan serangan.

Meskipun bawahannya setara dengan angel dalam hal kekuatan bertarung, tetapi mereka tak memiliki kemampuan spesial, dan orang-orang Gazef berada dalam keadaan sangat terjepit. Seperti yang dia duga, lebih dari separuh bawahannya sedang bertarung habis-habisan menyelamatkan nyawa. Mantra-mantra dari magic caster hanya membuat mereka menjadi jauh lebih buruk.

Bawahannya pun berjatuhan ke tanah, satu demi satu.

Gazef tidak tahan melihat hasil yang tak dapat dielakkan itu, dan dia maju lagi.

Targetnya kali ini adalah komandan musuh.

Dia tidak berpikir musuh akan mundur jika komandannya kalah, tapi hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan semuanya.

Lebih dari 30 angel berada di arah yang dituju Gazef. Dia mengerenyitkan dahi ketika dia melihat pertahanan berat yang ada di depannya.

“Minggir!”

Gazef menggunakan Jurus supernya.

Panas keluar dari tangannya, dan menyebar membungkus seluruh tubuhnya.

Gazef menembus batas tubuh fisiknya dan melangkah ke dunia para pahlawan. Di tambah lagi, dia mengaktifkan beberapa martial arts sekaligus — bisa dikatakan itu adalah magic dari seorang warrior.

Gazef menatap enam angel yang mengepungnya.

“[Sixfold Slash of Light]”
(Enam Kali Lipat Sabetan Cahaya)

Ini adalah martial art yang menyerang secepat cahaya. Dalam satu serangan, dia menyerang enam angel di sekelilingnya.

Enam Angel itu terbelah dua, melebur menjadi debu-debu cahaya.

Bala bantuan dari Slaine Theocracy ternganga karena kaget, sementara orang-orang Gazef bersorak.

Meskipun jurus super membuat lengannya kejang, sudah cukup mengurangi efektivitas bertarungnya.

Lalu, seperti diperintah untuk menenggelamkan sorakan itu, sebuah gelombang besar angel datang, dan salah satunya menerjang Gazef dengan pedang apinya.

“[Instant Counter]”
(Serangan balik Langsung)

Gazef menggunakan martial art milikinya ketika angel itu mengayunkan senjatanya, dan tubuhnya menjadi kabur seperti kabut.

Dalam setengah ayunan, angel itu menerima serangan dari Gazef. Serangan itu membuatnya lebur jadi debu bercahaya.

Tapi serangan Gazef tidak berhenti disana.

“[Pace of the Wind]”
(Kecepatan angin)

Dengan gerakan yang berubah-ubah dan anggun, dia menghabisi angel-angel tersebut satu persatu.

Jurus supernya menghabisi dua angel lagi. Penampilan dari teknik dewa menginspirasi bawahan Gazef dan memberi mereka secercah cahaya harapan.

Tapi pasukan Theocracy tidak membiarkan itu terjadi, komandan mereka menghapus harapan itu dengan ejekan.

“Menakjubkan, Namun.. hanya itu yang bisa kalian lakukan. Cleric yang sudah kehilangan angel, segera panggil yang baru. Fokuskan mantramu kepada Stronoff!”

Udara yang mendidih menjadi dingin kembali.

“Ini bahaya.”

Gazef menghabisi angel lain sambil bergumam. Kelihatannya tidak akan ada sorakan lagi tak perduli berapa banyak angel yang dibantai oleh Gazef, karena pasukkan sudah mengkhawatirkan musuh yang akan datang kepada mereka.

Mereka sudah kalah dalam jumlah, perlengkapan, latihan dan kemampuan individu.

Senjata satu-satunya yang milik Gazef ‘beleagured men’ (Manusia terkepung) — harapan kemenangan mereka — telah tiada.

Setelah menghindari pedang yang datang tanpa sadar, Gazef menyerang balik, dan menghancurkan angel dalam sekali serang. Namun, musuh yang dia incar masih jauh.

Meskipun bawahannya mengharapkan hal lain, mereka membutuhkan senjata magic untuk menembus kemampuan angel untuk mengurangi serangannya. Mereka tidak tahu bagaimana menggunakan martial art ‘Focus Battle Aura’ seperti Gazef, dan tanpa senjata magic, meskipun bawahan Gazef bisa melukai angel-angel itu, mereka tidak bisa memberikan luka yang fatal pada mereka.

Mereka sudah kehabisan akal.

Gazef menggigit bibirnya, dan meneruskan sabetannya.

Catatannya dalam penggunaan jurus super bekelanjutan yang paling banyak adalah ‘Sixfold Slash of Light’, meningkat tajam.

Seorang warrior seperti Gazef bisa menggunakan enam macam martial art yang berbeda sekaligus, dan digabungkan dengan jurus super rahasia, berjumlah tujuh martial arts sekaligus.

Sampai saat ini, dia sudah menggunakan martial arts untuk meningkatkan kemampuan fisik dirinya, menguatkan otaknya, meningkatkan pertahanan magicnya, membuatnya senjatanya menjadi senjata magic sementara, dan juga teknik lagi yang dia gunakan untuk memukul musuh. Semuanya adalah lima martial art.

Alasan mengapa dia tidak menekan tubuhnya hingga batas dan menggunakan semua martial art tujuh sekaligus adalah karena martial art yang kuat mengurangi konsentrasi pemakainya.

Khususnya, ‘Sixfold Slash of Light’ membutuhkan tiga kali fokus daripada teknik lainnya.

Gazef memiliki dua jurus super seperti ini, tapi dia hanya bisa menggunakan meeka dengan empat martial art lain bersamaan.

Dia bisa dengan mudah mengalahkan angel dengan teknik tersebut. Tapi meskipun jika dia mengalahkan mereka, lebih banyak lagi yang dipanggil. Selama dia tidak mengalahkan summonernya, mereka akan terus memanggil angel untuk menghadapinya. Sedangkan mencoba untuk menguras mana dari musuh adalah sebuah pilihan. Gazef mungkin akan lelah duluan sebelum itu.

Sebenarnya, lengan Gazef semakin berat dan berat, dan jantungnya sudah berdegup dengan cepat.

‘Instant Counter’ adalah martial art yang memaksa membetulkan keseimbangan tubuh setelah membuat serangan, mengembalikannya sebelum serangan mendarat. Itu artinya si pemakai bisa segera menggunakannya lagi, memaksa tubuh untuk kembali akan membebaninya dengan beban yang sangat berat.

‘Pace of the Wind’ adalah martial art yang meningkatkan kecepatan dimana saraf seseorang berfungsi, meningkatkan kecepatan serangan. Namun, itu akan membuat kelelahan pada otak.

Lalu, ada juga jurus super, ‘Sixfold Slash of Light’.

Itu membuat beban yang sangat berat pada tubuh, tanpa itu, dia tidak akan mempunyai peluang sedikitpun.

“Keluarkan mereka semua! Angel-angel kalian tidak ada apa-apanya!”

Teriakannya yang mengerikan membuat pasukan Theocracy bergidik, tapi mereka segera tenang dan memperbaharui serangan pada Gazef.

“Tidak usah mengindahkan dia, itu hanya raungan dari binatang buas yang sudah terkurung. Jangan khawatir, kuras kekuatannya sedikit demi sedikit. Tapi jangan terlalu dekat. Cakar binatang buas itu panjang dan tajam.”

Gazef menatap tajam pada pria yang memiliki luka di wajahnya.

Jika saja dia bisa mengalahkannya, dia bisa membalikkan keadaan pertempuran ini. Masalahnya adalah angel lain didekatnya, berbeda dari yang menggunakan pedang berapi. Dan ada jarak yang lebar diantara mereka, dan beberapa lapis pertahanan yang menghalangi.

Mereka hanya terlalu jauh.

“Binatan buas itu akan mencoba menembusnya. Tunjukkan padanya arti dari kalimat ‘tidak mungkin’.”

Suara tenang dari si pria hanya semakin memperburuk Gazef.

Meskipun dia telah berada di dunia para pahlawan, Gazef tidak bisa memenangkannya dengan teknik pertarungan jarak dekat saja.

Tapi tetap saja — lalu kenapa? jika ini adalah satu-satunya jalan yang tersedia baginya, maka dia akan merangsek maju dengan seluruh kekuatannya.

Dengan tatapan tajam di matanya, Gazef mulai merangsek.

Namun, jalannya sangat berat, seperti yang dia duga.

Angel-angel itu berkumpul di depannya, satu persatu, mengayunkan pedang mereka yang terbakar api merah. Saat dia menghindari dan menyerang balik serta menghancurkan angel-angel itu satu persatu, Gazef tiba-tiba merasakan perih yang sangat. Rasanya dia seperti ditusuk di bagian perut.

Saat dia melihat asal dari luka, dia melihat sekelompok magic caster merapal semacam mantra.

“Jika kamu seorang priest, seharusnya kamu bertindak seperti seharusnya. Bagaimana dengan sedikit penyembuhan disebelah sini!”

Seakan membalas ejekan Gazef, sebuah kekuatan tak nampak menabrak tubuh Gazef.

Meskipun musuh menggunakan serangan tak terlihat, Gazef yakin bahwa dia bisa menghindarinya dengan membaca jejak dan wajah musuh. Mungkin akan berhasil, jika hanya ada beberapa dari mereka. Namun, melawan serangan lebih dari 30, tidak ada yang bisa dia lakukan. Bahkan memegang pedangpun sudah menghabiskan tenaganya.

Sakit yang menyebar ke seluruh tubuh. Dia tidak tahu darimana datangnya, hanya luka yang sangat hebat yang membuatnya roboh.

“Gwaargh!”

Serasa ada baja di tenggorokannya, dan Gazef memuntahkan darah segar. Nanah lengket menggenang di mulutnya dan mengotori dagunya.

Kaki Gazef begetar setelah rentetan serangan tak terlihat itu, dan sekarang angel mengayunkan pedangnya ke arah dia.

Dia tidak bisa menghindari serangan itu, dan mengenai armornya. Untungnya, itu mementalkan pedang, tapi dampak benturan itu merambat ke pelindung dadanya dan jauh ke dalam tubuh.

Dia mengayunkan pedangnya dengan liar ke arah angel, tapi keseimbangannya yang kacau artinya angel itu dengan mudah menghindari serangan.

Pedang Gazef bergetar di tangannya dan dia terengah-engah.

Lelah yang memenuhi tubuhnya seperti membisiki telinganya untuk merebahkan diri dan beristirahat.

“Buruan sudah memasuki tahap akhirnya. Jangan biarkan binatang buas itu beristirahat — perintahkan angel-angelmu untuk menyerang terus-terusan.”

Meskipun Gazef mati-matian ingin memulihkan diri sesaat, angel-angel yang mengelilinginya mematuhi perintah tuan mereka dan tanpa ampun menyerangnya, satu persatu.

Dia entah bagaimana berhasil menghindari serangan dari belakang, dan disambut dengan sebuah tusukan dari samping. Dia menggunakan sisi terkuat dari armornya untuk mementalkan angel yang merangsek dari atas.

Gazef ingin menyerang balik musuhnya, tapi dia jauh kalah jumlah.

Saat kekuatannya semakin berkurang, dia hanya bisa menghabisi musuh satu persatu, karena dia kekurangan stamina untuk menggunakan martial arts. Saat bawahannya roboh satu persatu, serangan musuh terkonsentrasi padanya. Dengan tiada jalan untuk menembus kepungan musuh, dia merasakan kematian semakin dekat padanya.

Konsentrasinya buyar, dan dia hampir jatuh berlutut. Dia mati-matian mencoba untuk kembali fokus agar bisa bertarung.

Benturan tak terliat datang lagi, menyerang dan membuat Gazef terhuyung-huyung.

Dunia di depannya bergetar hebat.

Gawat!

Gazef menggunakan seluruh kekuatannya untuk mencoba mempertahankan keseimbangannya. Namun, kelihatannya ada yang salah dengan tubuhnya, dan kekuata yang seharusnya bisa membuatnya bertahanpun entah kemana.

Rasa Gatal menyentuh rumput menyebar ke seluruh tubuh, dan Gazef menyadari bahwa dia telah roboh.

Dia berusaha untuk bangkit lagi, tapi tubuhnya seperti tidak mematuhi perintahnya. Pedang-pedang angel itu berarti kematian baginya.

“Sekarang, habisi dia, tapi jangan mengirimkan satu angel. Gunakan mereka semua untuk memastikan dia tewas.”

Ya, dia akan mati.

Tangannya yang terlatih dengan baik gemetar tak terkontrol, dan dia tidak bisa memegang pedang panjangnya. Meskipun begitu, dia tidak menyerah.

Giginya bergemeretak.

Gazef tidak takut mati. Dia sudah mencabut banyak nyawa di masa lalu, jadi dia sudah bersiap untuk bertemu dengan takdir yang sama di medang pertempuran.

Seperti yang dia bilang pada Ainz, dia dibenci oleh orang-orang. Kebencian itu menjadi pedang yang akan menusuknya suatu hari.

Tapi dia tidak terima berakhir seperti ini.

Mereka telah menyerang beberapa desa dan membunuh yang tidak penduduk tidak berdosa dan tidak berdaya, semuanya hanya untuk memancing Gazef ke arah jebakan. Dia tidak bisa membiarkan dirinya mati di tangan anjing-anjing tidak terhormat seperti ini, dan dia tidak tahan dengan ketidak berdayaannya.

“Gaaaaah! Jangan meremehkanku..!”

Dia berteriak dengan sekuat tenaga yang tersisa.

Darah mengucur dari samping mulutnya saat Gazef bangkit untuk berdiri.

Seorang pria yang seharusnya tak berdaya sekarang berdiri dengan gagah, kekuatan hebat dari daya tahannya memaksa angel-angel yang mengepungnya itu mundur.

“haaa–! haaa–!”

Hanya berdiri saja membuatnya susah bernafas. Otaknya kabur dan tubunya terasa seperti berubah menjadi lumpur. Tapi dia tidak bisa roboh. Jika dia roboh, semua akan kalah.

Rasa sakit yang sedikit ini tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan dari penduduk yang meninggal.

“Aku adalah Kapten Prajurit dari Re-Estize Kingdom! Aku adalah pria yang mencintai dan mempertahankan negaranya! Bagaimana mungkin aku kalah dari brengsek-brengsek macam kalian yang menodai negara ini dengan langkah kalian!”

Dia sangat yakin seorang pria hebat akan melindungi penduduk.

Lalu, apa yang seharusnya dia lakukan untuk mengalahkan musuh sebanyak-banyaknya, agar orang-orang tidak menemui nasib yang sama seperti yang lainnya.

Melindungi masa depan masyarakat dari Kingdom. Hanya itu yang bisa dia lakukan.

“..Kamu akan mati disini karena yang hanya bisa kamu lakukan adalah meracau omong kosong, Gazef Stronoff.”

Gazef menatap tajam ke arah komandan musuh saat hinaan kejam itu sampai di telinganya.

“Jika kamu mengabaikan penduduk-penduduk desa yang ada di perbatasan, kamu takkan mati disini. Mungkin kamu idak tahu, tapi hidupmu jauh lebih berharga daripada seribu rakyat jelata ini. Jika kamu benar-benar mencintai negaramu, kamu seharusnya membuang mereka dan mati.”

“Kamu dan aku.. takkan pernah bisa menghadapiku… ayo maju!”

“Apa yang bisa dilakukan oleh tubuhmu itu? Hentikan usahamu yang sisa-sia itu dan berbaringlah dengan tenang. Sebagai tindakan terakhir dari rasa belas kasihan, aku akan membunuhmu tanpa harus menderita.”

“Jika kamu berpikir.. aku tidak bisa apa-apa.. mengapa kamu tidak kemari… ambil kepalaku? seharusnya mudah saja.. Jika aku seperti ini , ya khan?”

“…Hmph. Kamu hanya bisanya bicara saja. Kelihatannya kamu masih ingin bertarung. Apakah kamu mengira kamu bisa menang?”

“…Usaha yang sia-sia. Benar-benar orang bodoh. Setelah membunuhmu, kami akan membantai penduduk yang kamu selamatkan. Semua yang kamu lakukan hanya memberi mereka waktu untuk menunda eksekusi mereka yang penuh dengan ketakutan.”

“Kuh. Kuh… Kuku..”

Gazef tersenyum cerah.

“…Apanya yang lucu?”

“..Hmph, dasar bodoh, di desa itu.. adalah seseorang yang lebih kuat dari aku. Kekuatannya tidak dapat diduga, tapi dia bisa menghabisi kalian semua sendirian… Mencoba membunuh… penduduk yang dia lindungi… adalah hal mustahil bagimu.”

“…Seseorang yang lebih kuat daripada petarung terkuat dari Kingdom? Kamu kira dengan membual seperti itu bagus untukmu? Kamu benar-benar bodoh.”

Gazef masih tersenyum. Wajah macam apa yang akan ditunjukkan Nigun ketika dia bertemu dengan Orang yang tak dapat diduga seperti Ainz Ooal Gown itu? Itu mungkin akan menjadi hadiah terbaik yang bisa dia terima sebelum menuju alam selanjutnya.

“…Angels, bunuh Gazef Stronoff.”

Sayap-sayap tak terhitung bergerak merespon perintah yang dingin dan keji itu.

Gazef menguatkan diri, bersiap untuk maju, ketika tiba-tiba sebuah suara melewatinya:

–Kelihatannya sudah waktunya bertukar.

Pemandangan di hadapan Gazef berubah, dan dia tidak lagi berada di dataran yang berkubang darah itu lagi, tapi di sudut tempat yang terlihat seperti rumah desa sederhana.

Ada para penduduk desa yang terlihat khawatir di sekitarnya.

“I, Ini…”

“Ini adalah gudang yang dilindungi oleh Ainz-sama dengan magic miliknya.”

“Jadi kamu adalah kepala desa.. Gown, Tuan Gown kelihatannya tidak ada disini.”

“Tidak, dia tadi ada disini, tapi kelihatannya dia menghilang tanpa jejak, dan berganti dengan anda yang tiba-tiba muncul Tuan Kapten Prajurit.”

Ternyata begitu, jadi suara di kepalaku adalah..

Gazef pun mulai roboh. Dia tidak akan ambil bagian di permainanyang akan datang selanjutnya. Gazef roboh di tanah, dan para penduduk segera mendekat.

Six Scriptures, Musuh yang bahkan Gazef Stronoff, Petarung terkuat di wilayah itu, tidak bisa dikalahkan.

Namun, dia tidak bisa mulai membayangkan jika Ainz akan kalah.

[table style=”table-bordered”]

Sebelumnya Daftar ISI Selanjutnya

[/table]