Overlord – Volume 2 – Epilog

Overlord Light Novel

[Overlord Volume 2 Epilog]


Pintu kedai terbuka.
Tempat itu berubah menjadi hening berpuluh pasang mata terfokus kepada Ainz. Tak ada siapapun yang menghentikannya kali ini ketika dia menuju ke pemilik kedai.

“Kamu…”
Seluruh tatapan itu tertuju ke lempengan logam di leher Ainz.
Dengan enteng, Ainz hanya mengucapkan dua kata:

“Kamar Double.”
Dia meletakkan koin perak dan mengambil kunci dari pemilik kedai yang terdiam. Ainz berjalan menuju kamar dan menghilangkan magic, kembali ke bentuk aslinya.

Lempengan Mythrill menyentuh singa Nemea dan membuat suara benturan logam yang jelas. Ketika dia mengatakannya kepada guild tentang insiden di pemakaman kemarin malam, dia menerima lempengan ini. Keheningan di kedai ini karena lempengan ini. Seorang pria yang memakai lempengan tembaga hanya beberapa hari yang lalu langsung melompat drastis peringkatnya. Sekarang tiba-tiba muncul dengan lempengan mythrill. Itu menjungkirbalikkan pengetahuan yang mereka kumpulkan selama setahun tentang bagaimana seorang petualang seharusnya dalam naik peringkat.

Reaksi dari mereka memberikan Ainz perasaan unggul, tapi dia juga merasa tidak puas. Rencananya adalah naik ke peringkat Orichalcum dalam sekali tembak, namun hanya diberi satu peringkat di bawahnya. Jika dia memperoleh peringkat Orichalcum, reaksi macam apa lagi yang akan mereka berikan?

Tapi itu tidak mungkin.
Insiden ini hanya diketahui oleh sekelompok kecil. Tapi setelah menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi, diputuskan bahwa andil Ainz sangat besar dan seharusnya memperoleh promosi ke peringkat Adamantium. Namun dia diberi lempengan mythrill karena Ainz belum memiliki sejarah dari andil yang diberikan dan penyelidikan terhadapnya masih belum selesai. Guild yang membuat keputusan tersebut hanya mencoba berhati-hati.

Itu artinya bahwa para petinggi di dalam guild sudah mengakui kemampuan Ainz yang setara dengan peringkat petualang kelas Adamantium yang hanya ada dua dari seluruh Kingdom.
Lebih jauh lagi, seiring berlalunya waktu, pertarungan di pemakaman dan nama Ainz — Momon si petualang, seharusnya sudah tersebar ke seluruh Kingdom. Penjaga yang lolos dari maut pasti akan membicarakan terus tentang Ainz ketika sedang makan.

Rencana memang berjalan mulus sehingga Ainz hanya bisa tersenyum. Lebih dari mulus, tetapi itu adalah langkah pertama yang eksekusinya sempurna.

Ainz menjentikkan lempengan mythrill dengan jarinya saat Narberal menyuarakan keraguannya:
“Tolong beri nasehat bagaimana saya harus menghadapi mereka berdua? Mereka bilang mereka akan menghubungi kita tentang pembayarannya.”

Yang dimaksud Narberal adalah Nfirea dan Lizzie – dua orang farmasist. Ainz sudah memutuskan apa yang harus dilakukan dengan mereka.

“Lizzie bilang bahwa dia akan memberikan apapun, jadi aku bilang padanya untuk membawa cucunya ke desa Carne. Aku ingin dia membantuku — tidak, membantu Nazarick dengan memproduksi potion.”
“..Nazarick juga memiliki orang-orang yang bisa membuat potion, mengapa kita memerlukan makhluk rendahan ini (Ikan Penis) untuk melakukannya?”

“Karena aku membutuhkan sumber kekuatan yang baru.”
Narberal hanya menatap tanpa merespon, jadi Ainz melanjutkan penjelasannya:

“Dengan mempertimbangkan bahan-bahan potion kita yang mungkin akan habis, kita harus mengembangkan cara untuk membuat potion di luar dari metode pembuatan YGGDRASIL saat ini, Kita butuh melakukan riset untuk teknologi baru yang mungkin menggabungkan teknik dari dunia ini dan YGGDRASIL. Mungkin saja kita sudah ketinggalan 600 tahun dalam hal teknologi. Dan tentu saja, kita harus memperingatkan mereka dengan tegas untuk tidak mendistribusikan potion yang telah dibuat itu sembarangan… tapi melihat bagaimana dia bersikap, seharusnya itu bukan masalah.”

Ainz teringat reaksi Lizzie ketika dia membawa Nfirea kembali. Meskipun dia sudah menyembuhkan mata Nfirea, dia masih tidak sadar, mungkin karena shock. Meskipun begitu, Lizzie akhirnya tahu nyawa cucunya tidak dalam bahaya, dia menangis dan mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan dia pasti akan membayar sesuai janjinya.

“Urusan Lizzie kita kesampingkan dahulu, kita memiliki masalah lain yang lebih mendesak dan harus segera diatasi.”

Ainz mengaktifkan ‘Message’ untuk menghubungi Albedo.
Meskipun dia menerima pesan dari Entoma, dia sedang sibuk jadi dia hanya bisa menghubunginya sekarang. Ainz hanya bisa bertanya kepada mereka untuk tidak mengganggunya sampai semuanya selesai.

Setelah ‘Message’ tersambung dengan Albedo, Frase pertama yang dia dengar jauh di luar bayangannya.
“—Ainz-sama. Shalltear Bloodfallen telah memberontak.”

Untuk sesaat, dia tidak bisa mengerti. Setelah kalimat Albedo akhirnya masuk ke dalam otaknya, reaksi Ainz benar-benar bodoh.
“….Huh?”

[table style=”table-bordered”]

Sebelumnya Daftar ISI Selanjutnya

[/table]